Jumat, 15 Mei 2026

Impresif! Kinerja Saham Emiten Investment Grade Melampaui IHSG

Penulis : Zsazya Senorita
20 Des 2022 | 00:50 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Pekerja melintasi galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pasar modal dibayangi tekanan eksternal yang berasal dari kenaikan agresif suku bunga di berbagai negara maju dan peningkatan risiko geopolitik global. Sentimen negatif tersebut telah membuat faktor ketidakpastian makin tinggi. Namun, indeks Pefindo i-Grade diklaim mampu mencatatkan kinerja yang impresif.

Hingga 30 November 2022, Pefindo i-Grade berada pada level 214,98 atau mencatatkan return sebesar 21,45%. Persentase tersebut melampaui performa indeks harga saham gabungan (IHSG) yang membukukan pengembalian sebesar 7,52%.

"Kinerja indeks Pefindo i-Grade tersebut merupakan yang terbaik ketiga dibandingkan dengan berbagai indeks saham lainnya di Bursa Efek Indonesia (BEI)," jelas manajemen Pefindo dalam keterangan tertulis, Senin (19/12/2022).

ADVERTISEMENT

Pefindo i-Grade merupakan indeks yang mengukur kinerja harga saham dari 30 perusahaan tercatat dengan peringkat investment grade (layak investasi), yaitu BBB- hingga AAA.

Pefindo memilih konstituen indeks melalui sejumlah kriteria yang ketat. Adapun kriteria dalam pemilihan konstituen yang digunakan, antara lain peringkat perusahaan, di mana perusahaan yang dipilih merupakan perusahaan yang menerbitkan saham sekaligus obligasi atau sukuk serta memperoleh peringkat investment grade dari Pefindo (BBB- hingga AAA).

Selanjutnya dalam memilih konstituen, Pefindo juga memperhatikan aspek legal, di mana informasi terkait unusual market activity (UMA) dan suspensi selama dua tahun terakhir menjadi perhatian dan dipastikan bahwa anggota yang dipilih utamanya merupakan emiten yang tidak memiliki catatan atas kedua informasi tersebut.

Aspek ketiga adalah kapitalisasi pasar, di mana menjadi indikasi bagi ukuran perusahaan. Keempat adalah aspek likuiditas, di mana pemilihan memperhatikan jumlah hari aktif perdagangan, rata-rata volume dan nilai transaksi, rata-rata frekuensi perdagangan per hari, dan proporsi saham free float pada perusahaan tersebut.

Konstituen indeks Pefindo i-Grade saat ini terdiri atas 30 perusahaan dengan peringkat investasi mulai dari A- hingga AAA. Peringkat AAA mendominasi atau sekitar 35% dari total konstituen, diikuti oleh AA- sebanyak 24%, dan AA sebesar 14%. Kinerja indeks Pefindo i-Grade didorong oleh kinerja saham di sektor perbankan dan pertambangan yang positif, karena memiliki eksposur yang cukup besar di kedua sektor.

Saham di sektor perbankan mencakup 30% dari total konstituen, sementara sektor pertambangan menyumbang 13%.

"Dengan kinerja double digit saham perbankan dan kinerja saham komoditas serta bahan baku yang kuat, Pefindo i-Grade telah menjadi salah satu yang terbaik di pasar saham dan mencatatkan kinerja yang outperformed dibandingkan dengan indeks lain yang terdaftar di BEI," jelas Pefindo.

Impresif! Kinerja Saham Emiten Investment Grade Melampaui IHSG
Pefindo i-Grade. (Sumber: Pefindo)

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia