Jumat, 15 Mei 2026

Lima Aset Kripto Ini Lagi di Tren Bearish

Penulis : Indah Handayani
20 Des 2022 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi perang aset kripto dan mata uang konvensional. (ist)
Ilustrasi perang aset kripto dan mata uang konvensional. (ist)

JAKARTA, investor.id – Indodax menyebut, ada lima aset kripto yang lagi berada di tren bearish. Apa saja aset kripto tersebut? 

Tim analis Indodax menyebut aset kripto pertama yang lagi berada di tren bearish adalah 0x (ZRX). Sejak berada di zona bearish pada 20 Desember 2021, ZRX hingga saat ini telah melemah hingga cukup dalam di kisaran 75%. “Pelemahan yang terjadi pada tren bearish akan membaik jika Candle mampu untuk beranjak dari area Resistance di Rp 3.100 – 3.700 sehingga akan mendorong peningkatan harga pada ZRX,” tulis tim analis Indodax dalam risetnya, baru-baru ini.

Kedua, Tim analis Indodax menyebut aset kripto StreamCoin (STRM). Penurunan trend yang terjadi pada StreamCoin selaras dengan salah satu indikator yang digunakan seperti MACD yang mengindikasikan jika trend sedang berada di area yang negatif. Pelemahan yang terjadi membuat tren menyentuh harga terendah StreamCoin sejak pertama kali diperdagangkan di Indodax.

ADVERTISEMENT

“Pelemahan akan mencoba untuk menguji support level yang tersedia di harga Rp 220, sebaliknya jika harga mampu untuk menembus harga Rp 245 maka akan memperbesar kemungkinan untuk menuju ke area Rp 260 – 270,” tambah tim riset Indodax.

Aset kripto selanjutnya yang berada di tren bearish adalah Everscale (EVER). Penurunan pada EVER semakin dalam setelah harga tidak mampu untuk melewati garis WMA/75, hal ini menandakan jika dilihat pergerakan harga secara keseluruhan dapat diketahui jika sejak pertama kali listing di Indodax Everscale terus mengalami penurunan.

“Indikator RSI menunjukkan jika harga saat ini sudah berada di area Oversold, dimana ini termasuk wajar mengingat EVER sudah mengalami koreksi cukup dalam,” papar tim analis Indodax.

Sedangkan aset kripto keempat yang tengah berada di tren bearish adalah Bitcoin Cash (BCH). Tim analis Indodax menyebut, dalam time frame 1 Hari menunjukkan jika BCH telah berada di zona bearish sejak 02 Desember 2022. Bila melihat indikator Bollinger Bands pergerakan harga akan lebih terbatas dengan kisaran pergerakan di area Rp 1,46 – 2,1 juta tertembusnya salah satu level akan membuat konfirmasi arah pergerakan tren selanjutnya.

Terakhir, tim analis Indodax menyebut aset kripto Loopring (LRC) berada di tren bearish. Setelah mampu untuk menembus EMA/200 kemudian harga melemah dimana ini sejalan dengan RSI yang mengindikasikan jika harga sudah berada di area overbought. “Harga akan menunjukkan perubahan yang positif jika mampu untuk melewati area Rp 4.320 – 5.500 dimana akan meningkatkan kemungkinan Loopring untuk menembus level Rp 7.500,” tutup tim analis Indodax.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia