Jumat, 15 Mei 2026

Beragam Sentimen Negatif  Bayangi Harga Minyak

Penulis : Indah Handayani
23 Des 2022 | 12:04 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
ilustrasi harga minyak

JAKARTA, investor.id - Pergerakan minyak mentah turun pada perdagangan Jumat pagi (23/12/2022) ke level US$ 78.18 per barel. Tertekan kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve dan meningkatnya kasus Covid-19 di Tiongkok akan mengurangi permintaan.

Tim Research and Development ICDX menyebut, dalam berita yang beredar Lonjakan kasus Covid-19 di Tiongkok sebagai konsumen terbesar minyak mentah dunia turut menjadi fokus pelaku pasar. Tiongkok melaporkan tidak ada kematian baru akibat Covid pada 20 Desember namun melaporkan lima kematian pada hari sebelumnya dan membuat total kematian menjadi 5.241 kasus sangat rendah menurut standar global.

Selain itu pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Rabu mengatakan Tiongkok mungkin berjuang untuk mempertahankan jumlah infeksi Covid-19 yang akurat karena mengalami lonjakan besar dalam kasus. “Kenaikan jumlah kematian baru pada warga negara Tiongkok ini menjadi sentimen negatif bagi minyak dunia akibat kekhawatiran pengurangan permintaan,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Jumat (23/12/2022).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, sentimen negatif lainnya datang dari data ekonomi AS yang menunjukkan jumlah orang yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat dibanding sebelumnya namun lebih rendah dari perkiraan pasar dan data ekonomi AS lainnya menunjukan PDB AS untuk kuartal III yang optimis membuat kinerja dolar AS menguat.

Ekonomi AS berkembang pada tingkat tahunan sebesar 3,2% pada kuartal ketiga, per pembacaan akhir Produk Domestik Bruto (PDB), dibandingkan perkiraan sebelumnya 2,9%. “Data yang cerah meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed lebih cenderung mengintensifkan kenaikan suku bunga dalam sebuah langkah yang dapat memperlambat ekonomi dan menghambat konsumsi bahan bakar,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Pada perdagangan lalu Uni Eropa, Tim Research and Development ICDX menyebut negara-negara G7, dan Australia memperkenalkan batas harga US$ 60 per barel untuk minyak Rusia, efektif mulai 5 Desember, di atas embargo Uni Eropa atas impor minyak mentah Rusia melalui laut.

Pembatasan tersebut memungkinkan negara-negara non-Uni Eropa untuk mengimpor minyak mentah Rusia melalui laut, tetapi melarang perusahaan pengapalan, asuransi, dan reasuransi menangani kargo minyak mentah Rusia di seluruh dunia, kecuali jika dijual di bawah US$60. Dampak pembatasan terhadap pemuatan Ural dari pelabuhan Baltik tersebut dapat memotong ekspor minyak Baltik Rusia sebesar 20% di bulan Desember, hal ini dapat memberikan dukungan terhadap harga minyak mentah lebih lanjut.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 70 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 9 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 47 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 51 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia