Jumat, 15 Mei 2026

Bakrie dan Gaya Abadi Sempurna (SLIS) Berkongsi Bikin Motor Listrik

Penulis : Harso Kurniawan
23 Des 2022 | 16:37 WIB
BAGIKAN
VKTR meneken MoU dengan PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (GAS/SLIS) untuk memproduksi sepeda motor listrik. (ist)
VKTR meneken MoU dengan PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (GAS/SLIS) untuk memproduksi sepeda motor listrik. (ist)

JAKARTA, Investor.id - PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), kian serius mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Setelah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, kini VKTR semakin mempertajam posisinya untuk juga bermain di industri sepeda motor listrik dengan menggandeng PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (GAS/SLIS), induk usaha PT Juara Bike, produsen kendaraan listrik dengan merek Selis.

Dirut VKTR Gilarsi W. Setijono mengatakan, masuknya VKTR di industri sepeda motor listrik ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah mewujudkan program netralitas karbon (net zero emission/NZE) 2060. Sebab, pengguna sepeda motor di Indonesia sangat besar, sehingga sangat signifikan untuk mengurangi dampak buruk emisi gas.

"Tahun 2021, di Jawa saja, ada 89.660.579 unit sepeda motor dari total Indonesia sebanyak 119.536.624 unit. Tak heran jika motor menyedot 69℅ dari total ketersediaan bensin nasional. Jadi, kami sangat mendukung program pemerintah untuk mendorong masyarakat beralih ke sepeda motor listrik," kata dia di sela penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara kedua pihak di Jakarta, Jumat (23/12/2022).

MoU ini ditandatangani Gilarsi W. Setijono dan Dirut GAS Edi Hanafiah Kwanto beserta dengan Komisaris Utama GAS Tjoa King Hoa. Penandatanganan ini, tambah Gilarsi, merupakan bagian dari workshop yang melibatkan kedua pihak. Dalam workshop tersebut, dibahas secara rinci terkait konsep sepeda motor listrik yang akan diproduksi oleh VKTR bersama GAS, kualitas, beta testing, dan percepatan produksi dengan target pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), sesuai yang ditetapkan pemerintah.

ADVERTISEMENT

Gilarsi mengatakan, pihaknya optimistis, penandatanganan MoU ini dan sumber daya yang dimiliki masing-masing, akan mampu mendobrak pasar dan menghasilkan produk sepeda motor listrik yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"VKTR dan GAS merupakan pemanufaktur kendaraan listrik. GAS memiliki spesifikasi keandalan dalam memproduksi sepeda motor listrik, Saya yakin, kerja sama ini akan menjadi besar di masa depan, mampu menghadirkan produk yang andal untuk mendukung mobilitas tinggi masyarakat, terutama konsumen urban atau perkotaan. Ke depan, dengan adanya dukungan pemerintah terhadap industri kendaraan listrik, pasar sepeda motor listrik di Indonesia pasti tumbuh pesat," kata dia.

Gilarsi memerinci, rancang bangun produk sepeda motor listrik ini akan dikerjakan bersama dengan institusi pendidikan tinggi, yakni Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Adapun kegiatan manufaktur akan menggunakan fasilitas produksi GAS.

"Dengan demikian, saya optimistis TKDN produk ini di tahap awal berkisar 45-50℅ dan seiring berjalannya waktu akan terus ditingkatkan hingga 90%. Hal ini telah dibuktikan dengan TKDN yang telah dicapai oleh PT Juara Bike, anak usaha GAS di motor listrik tipe EMAX dengan TKDN mencapai 53,69%," jelas dia.

Gilarsi menjelaskan, VKTR bersama GAS akan memproduksi empat tipe sepeda motor listrik, yakni V, K, T dan R. "Persiapan kami sudah matang, termasuk R&D, produksi, pemasaran, dan layanan purnajual. Kami pastikan, pertengahan 2023 akan lahir satu produk sepeda motor listrik, bukan sekadar moda transportasi ramah lingkungan roda dua, melainkan lifestyle mobility solution yang akan mengubah definisi kenyamanan dalam berkendara dengan performa terbaik di kelasnya," kata Gilarsi.

Edi Hanafiah Kwanto mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama ini. Meskipun telah lama malang melintang di industri sepeda motor listrik di Tanah Air, kemitraan dengan VKTR akan lebih membuka peluang untuk memasuki pasar kendaraan listrik secara lebih luas.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap bisa terus memahami kebutuhan pengguna kendaraan listrik (EV) di Indonesia, meningkatkan kemudahan pemakaian dan keandalan dari teknologi, dan memberikan yang terbaik bagi konsumen serta ikut berkontribusi mencapai bebas emisi dan NZE tahun 2060,” terang Edi.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia