Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Turun Lagi

Penulis : Indah Handayani
24 Des 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat.  Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives turun lagi pada perdagangan Jumat (23/12/2022). Dengan demikian, harga CPO mengalami pelemahan dalam dua hari beruntun. Hal ini terjadi diperkirakan akibat pelemahan permintaan dari negara pengimpor utama CPO, yaitu India dan Tiongkok.  

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (23/12/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari 2023 melemah 61 Ringgit Malaysia menjadi 3.802 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Februari 2023 turun 66 Ringgit Malaysia menjadi 3.820 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Maret 2023 terkoreksi 68 Ringgit Malaysia menjadi 3.830 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman April 2023 jatuh 61 Ringgit Malaysia menjadi 3.833 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman Mei 2023 terkikis 54 Ringgit Malaysia menjadi 3.830 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juni 2023 menurun 57 Ringgit Malaysia menjadi 3.815 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO dipengaruhi oleh pelemahan permintaan dari negara pengimpor utama CPO, yaitu India dan Tiongkok. Umumnya saat memasuki musim dingin di akhir tahun, negara importir utama CPO cenderung mengurangi permintaan CPO dan mengalihkan ke minyak nabati, di mana hal ini disebabkan karena karakteristik dari CPO yang mudah mengeras di suhu dingin.

“Melihat dari situasi tersebut, besar kemungkinan sinyal bearish permintaan akan terus berlanjut hingga akhir tahun, terlebih dengan adanya prediksi dari para ahli bahwa musim dingin tahun ini akan lebih dingin dari biasanya,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

Yoga memperkirakan, lonjakan permintaan CPO jelang berlangsungnya perayaan Tahun Baru China memang sudah menjadi tren tahunan. Namun, dengan prediksi bahwa musim dingin tahun ini akan lebih dingin dari biasanya, maka kemungkinan peningkatan permintaan baru akan dilakukan saat awal tahun depan, ketika musim dingin sudah mulai mereda.

Tidak hanya itu, lanjut Yoga, harga CPO juga dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Malaysia khususnya terkait bencana banjir yang saat ini melanda negara produsen CPO terbesar kedua dunia itu. Bencana banjir yang terjadi saat ini merupakan dampak dari cuaca La Nina, yang diperkirakan akan mereda efeknya pada awal tahun 2023.

“Sehingga, dapat disimpulkan di sini untuk kekhawatiran akan pasokan kemungkinan akan terus bertahan hingga akhir tahun nanti,” jelas Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia