Jumat, 15 Mei 2026

Rusia Pangkas Produksi, Harga Minyak Naik Hingga 3%

Penulis : Indah Handayani
24 Des 2022 | 06:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik hingga 3% pada akhir perdagangan Jumat (23/12/2022). Membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Setelah Moskow mengatakan dapat memangkas produksi minyak mentah sebagai tanggapan atas pembatasan harga G7 pada ekspor Rusia.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari terangkat US$ 2,07 (2,7%) menjadi menetap di US$ 79,56 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari bertambah US$ 2,94 (3,63%) menjadi ditutup pada US$ 83,92 per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

Statistik menunjukkan bahwa WTI untuk pengiriman Februari mencapai US$ 80,33 per barel di sesi pagi sebelum melepaskan beberapa kenaikan.

Minyak WTI saat ini mencoba untuk menetap di atas level US$ 80 karena para pedagang bereaksi terhadap berita terbaru dari Rusia, catat Vladimir Zernov, analis pasar dengan pemasok informasi pasar FX Empire.

Rusia dapat memangkas produksi minyak mentahnya sebesar 5-7% pada awal 2023 sebagai tanggapan atas pembatasan harga yang diberlakukan oleh negara-negara Barat pada awal Desember, menurut laporan media pada Jumat (23/12/2022) yang mengutip Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak.

"Potensi pemotongan dari Rusia bisa memberi dorongan lebih banyak. Jika permintaan global berlanjut pada kecepatan saat ini, pemotongan itu dapat berdampak signifikan dan kita mungkin tetap berada di kisaran US$ 80-an," kata Eli Tesfaye, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Pasokan minyak dunia bisa menjadi lebih ketat, karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dikenal sebagai OPEC+ telah mengadopsi pengurangan produksi sebesar 2 juta barel per hari mulai November 2022.

Uni Eropa, Kelompok Tujuh (G7) dan Australia mulai memberlakukan batasan harga pada minyak mentah lintas laut Rusia pada awal Desember, yang melarang negara peserta menyediakan layanan yang memungkinkan minyak Rusia dikirim melalui laut jika harga naik di atas US$ 60 per barel, seperti asuransi dan keuangan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 46 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 50 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia