Rusia Pangkas Produksi, Harga Minyak Naik Hingga 3%
NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik hingga 3% pada akhir perdagangan Jumat (23/12/2022). Membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Setelah Moskow mengatakan dapat memangkas produksi minyak mentah sebagai tanggapan atas pembatasan harga G7 pada ekspor Rusia.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari terangkat US$ 2,07 (2,7%) menjadi menetap di US$ 79,56 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari bertambah US$ 2,94 (3,63%) menjadi ditutup pada US$ 83,92 per barel di London ICE Futures Exchange.
Statistik menunjukkan bahwa WTI untuk pengiriman Februari mencapai US$ 80,33 per barel di sesi pagi sebelum melepaskan beberapa kenaikan.
Minyak WTI saat ini mencoba untuk menetap di atas level US$ 80 karena para pedagang bereaksi terhadap berita terbaru dari Rusia, catat Vladimir Zernov, analis pasar dengan pemasok informasi pasar FX Empire.
Rusia dapat memangkas produksi minyak mentahnya sebesar 5-7% pada awal 2023 sebagai tanggapan atas pembatasan harga yang diberlakukan oleh negara-negara Barat pada awal Desember, menurut laporan media pada Jumat (23/12/2022) yang mengutip Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak.
"Potensi pemotongan dari Rusia bisa memberi dorongan lebih banyak. Jika permintaan global berlanjut pada kecepatan saat ini, pemotongan itu dapat berdampak signifikan dan kita mungkin tetap berada di kisaran US$ 80-an," kata Eli Tesfaye, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Baca Juga:
Harga CPO Turun LagiPasokan minyak dunia bisa menjadi lebih ketat, karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dikenal sebagai OPEC+ telah mengadopsi pengurangan produksi sebesar 2 juta barel per hari mulai November 2022.
Uni Eropa, Kelompok Tujuh (G7) dan Australia mulai memberlakukan batasan harga pada minyak mentah lintas laut Rusia pada awal Desember, yang melarang negara peserta menyediakan layanan yang memungkinkan minyak Rusia dikirim melalui laut jika harga naik di atas US$ 60 per barel, seperti asuransi dan keuangan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler






