Dikelilingi Sentimen Positif, Harga CPO Diperkirakan Bullish Sepekan Ini
JAKARTA, investor.id - Research & Development ICDX Girta Yoga memperkirakan harga Crude Palm Oil (CPO) akan bullish sepekan ini. Sebab, dikelilingi banyaknya sentimen positif. Salah satunya situasi banjir di Malaysia.
Yoga menjelaskan, bencana banjir yang terjadi saat ini merupakan dampak dari cuaca La Nina, yang diperkirakan akan mereda efeknya pada awal tahun 2023. “Sehingga, dapat disimpulkan di sini untuk kekhawatiran akan pasokan kemungkinan akan terus bertahan hingga akhir tahun nanti,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.
Selain itu, lanjut Yoga, sentimen positif lainnya juga datang dari perkembangan program mandatori biodiesel di Indonesia, serta situasi di pasar minyak nabati. Harga kedelai pekan ini berpotensi bergerak bullish. Indikator yang dipantau adalah kondisi curah hujan di negara produsen kedelai utama seperti Argentina dan Brasil, perkembangan Covid-19 di Tiongkok, dan situasi di pasar CPO.
“Untuk itu, harga CPO diperkirakan akan berada di level resistance 4.300 – 4.600 Ringgit Malasya per ton. Sedangkan level support di kisaran harga 3.750 – 3.500 Ringgit Malasya per ton,” tambahnya.
Yoga mengatakan, permintaan CPO saat memasuki musim dingin di akhir tahun juga akan menurun. Negara importir utama CPO cenderung mengurangi permintaan CPO dan mengalihkan ke minyak nabati. Hal ini disebabkan karena karakteristik dari CPO yang mudah mengeras di suhu dingin.
“Melihat dari situasi tersebut, besar kemungkinan sinyal bearish permintaan akan terus berlanjut hingga akhir tahun, terlebih dengan adanya prediksi dari para ahli bahwa musim dingin tahun ini akan lebih dingin dari biasanya,” jelasnya.
Menurutnya, lonjakan permintaan CPO jelang berlangsungnya perayaan Tahun Baru China memang sudah menjadi tren tahunan. Namun, dengan prediksi bahwa musim dingin tahun ini akan lebih dingin dari biasanya, maka kemungkinan peningkatan permintaan baru akan dilakukan saat awal tahun depan, ketika musim dingin sudah mulai mereda.
Pada pekan lalu, harga CPO turun hingga 2%. Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis mingguan periode 16 – 23 Desember 2022. Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari 2023 turun 61 Ringgit Malaysia (1,6%) menjadi 3.802 Ringgit Malaysia per ton. kontrak pengiriman CPO untuk Februari 2023 merosot 70 Ringgit Malaysia (1,83%) menjadi 3.820 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO pengiriman Maret 2023 terkoreksi 88 Ringgit Malaysia (2,3%) menjadi 3.830 Ringgit Malaysia per ton. Pada April 2023 menurun 84 Ringgit Malaysia (2,19%) menjadi 3.833 per ton.
Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman Mei 2023 melemah 70 Ringgit Malaysia (1,83%) menjadi 3.830 Ringgit Malaysia per ton. Serta, Juni 2023 meningkat 62 Ringgit Malaysia (1,63%) menjadi 3.815 Ringgit Malaysia per ton.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






