Pasar AS Libur, Minyak Bergerak Datar
JAKARTA, investor.id - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak mentah jenis WTI bergerak datar karena berlangsungnya libur dalam rangka perayaan Hari Natal di AS. Sentimen positif yang mendukung pasar minyak antara lain tanggapan Rusia atas batas harga yang ditetapkan oleh Barat dan ancaman badai Elliott terhadap produksi energi di AS. Sementara untuk sentimen negatif yang membatasi pergerakan harga adalah lonjakan infeksi baru Covid-19 di Tiongkok.
Tim Research and Development ICDX mengatakan, Rusia akan berupaya mencari pasar dan logistik baru, meskipun dengan biaya yang lebih tinggi, demi agar tidak memasok minyak dengan harga yang dibatasi oleh Barat, ujar Menteri Keuangan Anton Siluanov pada hari Minggu. Pernyataan Siluanov itu menguatkan komentar dari Wakil Perdana Menteri Alexander Novak pekan lalu yang mengatakan tidak akan menjual minyaknya ke pembeli dan negara-negara yang menerapkan batas harga, bahkan mengisyaratkan untuk mengurangi produksi sebesar 5% hingga 7% pada awal 2023 sebagai tanggapan atas pembatasan harga dari Barat.
“Turut mendukung pergerakan harga minyak, ekspor minyak Rusia dari pelabuhan Baltik diproyeksikan akan turun hingga seperlima atau sekitar 20% di bulan Desember akibat embargo dan batas harga, ungkap hasil survei para pedagang yang dilakukan oleh Reuters,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (26/12/2022).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, sentimen positif lainnya datang dari badai musim dingin Elliott yang melanda sebagian besar AS telah menyebabkan pemadaman listrik pada hari Jumat dan membuat beberapa kilang terbesar AS terpaksa ditutup, termasuk kilang minyak Texas dan North Dakota. Badai Musim Dingin Elliott membawa suhu di bawah titik beku dan peringatan cuaca ekstrem ke sekitar dua pertiga wilayah AS, dan diperkirakan akan bertahan selama liburan Natal.
“Kondisi tersebut menyebabkan lonjakan permintaan yang dapat memicu kenaikan harga minyak pemanas dan listrik di AS dalam beberapa hari ke depan,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, kota Zhejiang Tiongkok, provinsi industri besar dekat Shanghai, dilaporkan sedang berjuang mengatasi lonjakan kasus infeksi Covid yang mencapai sekitar 1 juta kasus per hari, dan diperkirakan akan berlipat ganda dalam beberapa hari mendatang, ungkap otoritas kesehatan pada hari Minggu. Meskipun kasus Covid mencapai rekor lonjakan infeksi baru, namun tidak ada kematian akibat Covid selama lima hari terakhir hingga Sabtu (24/12/2022), kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok pada Minggu (25/12/2022).
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 76 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






