Jumat, 15 Mei 2026

Hal Ini Bakal Bikin Harga CPO Bullish Pekan Ini

Penulis : Indah Handayani
27 Des 2022 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja membongkar tandan buah kelapa sawit di sebuah pabrik di Tanjung Karang, Malaysia pada 14 Agustus 2020. (Foto: REUTERS/Lim Huey Teng/Files)
Seorang pekerja membongkar tandan buah kelapa sawit di sebuah pabrik di Tanjung Karang, Malaysia pada 14 Agustus 2020. (Foto: REUTERS/Lim Huey Teng/Files)

KUALA LUMPUR, investor.id — Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan bergerak bullish pekan ini. Hal ini disebabkan rendahnya jumlah produksi di Malaysia dan membuat harga CPO akan bergerak di antara 3.700 Ringgit Malaysia dan 4.000 Ringgit Malaysia.  

Trader Minyak Sawit David Ng mengatakan, para pedagangan mengantisipasi produksi musiman yang lebih rendah. Karena musim hujan dan kondisi banjir yang memburuk di area perkebunan tertentu di Malaysia dapat membantu mengangkat harga lebih tinggi.

"Tren perdagangan akan didorong oleh perkiraan pasokan dan permintaan Desember yang diperkirakan akan bullish," katanya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, trader minyak sawit senior Interband Group of Companies Jim Teh mengatakan, pasar diperkirakan akan melihat beberapa aktivitas ambil untung pekan ini untuk perdagangan akhir tahun.

"Kami juga berharap untuk melihat perdagangan yang tipis karena pekan ini akan menjadi minggu yang singkat karena adanya liburan. Sehingga banyak trader pergi untuk liburan akhir tahun mereka," tambahnya.

Pada pekan lalu, harga CPO turun hingga 2%. Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis mingguan periode 16 – 23 Desember 2022. Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari 2023 turun 61 Ringgit Malaysia (1,6%) menjadi 3.802 Ringgit Malaysia per ton. kontrak pengiriman CPO untuk Februari 2023 merosot 70 Ringgit Malaysia (1,83%) menjadi 3.820 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka CPO pengiriman Maret 2023 terkoreksi 88 Ringgit Malaysia (2,3%) menjadi 3.830 Ringgit Malaysia per ton. Pada April 2023 menurun 84 Ringgit Malaysia (2,19%) menjadi 3.833 per ton.

Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman Mei 2023 melemah 70 Ringgit Malaysia (1,83%) menjadi 3.830 Ringgit Malaysia per ton. Serta, Juni 2023 meningkat 62 Ringgit Malaysia (1,63%) menjadi 3.815 Ringgit Malaysia per ton. 

Pada Senin (26/12/2022), perdagangan Bursa Malaysia Derivatives libur Natal. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 47 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia