Canda Menkeu Soal Sulitnya Beli Sukuk, Indikasi Pasar Obligasi 2023 Cerah?
JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan minat investor domestik terhadap sukuk ritel kian meningkat. Hal ini tercermin dari penjualan sukuk ritel Rp 10 triliun yang langsung ludes terjual dalam hitungan menit saat mulai diterbitkan.
Bahkan Menkeu berseloroh, pembelian sukuk ritel lebih sulit dibandingkan membeli tiket konser Blackpink. "Anak buah sampaikan, lebih susah beli sukuk ritel dibandingkan beli tiket blackpink. Jumlah investor 35 ribu ini gambarkan dalam komunitas Indonesia banyak potensi dari inevstor ritel yang perlu digarap bersama,"ucapnya dalam Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2022, Jumat (30/12).
Exercise Rights Issue Tengah Berlangsung, Investor Asing Gencar Borong Saham BTN (BBTN)
Pernyataan Menkeu Sri Mulyani ini tampang selaras dengan rekomendasi para fund manager yang umumnya memfavoritkan instrumen obligasi, terutama SUN untuk tahun 2023. Tidak percaya? Coba telusuri rekomendasi investasi kalangan MI yang terdaftar di Indonesia yang merekomendasikan instrumen safe heaven ini, bahkan hingga 40-50% portofolio untuk Tahun Kelinci nanti.
Sri Mulyani menandaskan, minat generasi muda untuk melakukan investasi di berbagai instrumen keuangan kian meningkat. Oleh karena itu, Menkeu menghargai segala bentuk inisiatif yang ditempuh, yang berimbas meningkatnya minat investor domestik dalam berinvestasi melalui diversifikasi hingga inovasi instrumen.
Exercise Rights Issue Tengah Berlangsung, Investor Asing Gencar Borong Saham BTN (BBTN)
"Ini generasi muda yang nanti akan jadi pelaku bursa baik bursa saham dan bursa SBN maupun surat berharga lainnya. Saya menghargai berbagai inisiatif untuk bisa tingkatkan mulai dari diversifikasi dan inovasi instrumen dan sisi penggunaan teknologi untuk reach out masyarakat makin banyak," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sri Mulyani juga menantang Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (Iman Rahman) untuk mendorong 1.000 perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dalam waktu dekat.
Tantangan ini diberikan seiring capaian yang cukup baik di tahun ini, sebanyak 59 perusahaan melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO), sehingga akumulasinya sudah 825 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI.
Besok, Garuda (GIAA) Private Placement Rp 5,18 T dan Terbitkan Sukuk Baru
"Jumlah yang sudah IPO 825 perusahaan, saya selalu meng encourage kapan tembus 1000? karena tadi di pipeline masih ada (sekitar) 40 jadi harus di encourage terus dan masih akan bisa terus ditingkatkan,"tegas Menkeu.
Disisi lain, nilai kapitalisasi pasar pada (28/12) mencapai Rp 9.059 triliun atau naik 15,2% dibandingkan posisi akhir tahun 2021 yakni Rp 8.256 triliun. Kemudian indeks harga saham gabungan (IHSG) juga sempat mencapai level tertinggi 7.318,016 pada awal September lalu.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

