Jumat, 15 Mei 2026

Besok, Garuda (GIAA) Private Placement Rp 5,18 T dan Terbitkan Sukuk Baru

Penulis : Thresa Sandra Desfika
27 Des 2022 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra dalam public expose perseroan, Selasa (27/12/2022). (Ist)
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra dalam public expose perseroan, Selasa (27/12/2022). (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) senilai Rp 5,18 triliun pada Rabu, 28 Desember 2022. Di hari yang sama, GIAA juga direncanakan menerbitkan sukuk baru sekitar US$ 80 juta.

Private placement digelar dalam rangka konversi obligasi wajib konversi (OWK) yang diterbitkan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur Rp 1 triliun. Selain itu, untuk melaksanakan konversi utang para kreditur sebagai pelaksanaan atas perjanjian perdamaian.

“PMTHMETD dan konversi OWK, dan penerbitan sukuk baru sebagai bagian dari restrukturisasi sukuk lama, insyaallah akan kita lakukan pada tanggal 28 Desember sehingga dengan ini semuanya kita bisa menyatakan bahwa kita telah mengeksekusi perjanjian perdamaian homologasi sebelum 1 Januari 2023,” ungkap Irfan dalam public expose perseroan, Selasa (27/12/2022).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, penerbitan sukuk baru adalah salah satu syarat agar saham GIAA bisa lepas dari suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Saham kita disuspen itu karena kita waktu itu wanprestasi terhadap sukuk. Jadi salah satu syarat saham kita bisa dilepas suspensinya bila kita kemudian bisa menerbitkan sukuk baru sebagai pengganti sukuk yang lama. Jadi sukuk yang lama US$ 500 juta dolar ini direstrukturisasi mengalami haircut dan akan menjadi sukuk dengan nilai sekitar US$ 80 juta,” papar Irfan.

“Ini harus kita terbitkan dahulu untuk kita berada posisi di depan para regulator bahwa kami sudah memenuhi syarat semuanya untuk ini bisa dilepas suspensinya. Yang menentukan kapan dilepas adalah otoritas. Tugas kami adalah memastikan seluruh persyaratan untuk bisa dilepas suspensinya bisa kami fulfill sebelum akhir tahun ini atau nanti tanggal 28 Desember atau lebih-lebih sedikit,” ungkapnya.

Private placement

Sedangkan private placement dilaksanakan dalam rangka konversi atas obligasi wajib konversi (OWK) sebesar Rp 1 triliun berdasarkan Akta Perjanjian Penerbitan Obligasi Wajib Konversi No. 28 tanggal 28 Desember 2020 antara Garuda sebagai penerbit dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai pemegang obligasi. OWK itu telah disetujui oleh rapat umum pemegang saham luar biasa perseroan pada tanggal 20 November 2020. Garuda akan menerbitkan saham baru tanpa HMETD dengan jumlah 5.102.040.816 saham seri C dengan nilai nominal Rp 196 per saham.

Selain itu, private placement juga melaksanakan konversi utang para kreditur sebagai pelaksanaan atas Perjanjian Perdamaian tanggal 17 Juni 2022 yang telah dihomologasi dan disahkan oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui Putusan No. 425/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 27 Juni 2022, yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap melalui Putusan Mahkamah Agung No.1454 K/Pdt.Sus-Pailit/2022 yang diputus pada tanggal 26 September 2022, sebagaimana telah disetujui oleh rapat umum pemegang saham luar biasa perseroan pada tanggal 14 Oktober 2022.

Dalam rangka konversi utang kreditur itu, GIAA akan menerbitkan saham baru tanpa HMETD dengan jumlah 21.329.763.265 saham seri C dengan nilai nominal Rp 196 per saham. Beberapa kreditur itu di antaranya adalah Watiga yang bakal mempunyai 3.924.563.023 saham Garuda, ORIX Aviation Systems Limited yang akan memiliki 1.339.802.612 saham GIAA, Sky High XXX Leasing Company Limited 1.162.370.881 saham, dan Jin Shan 9 Ireland Company Limited yang nantinya bakal menggenggam 1.071.655.465 saham GIAA setelah private placement. Totalnya ada 167 kreditur dan 107 pemegang sukuk yang akan mengkonversi utangnya jadi saham Garuda.

Pelaksanaan PMTHMETD berupa konversi OWK dan konversi utang kreditur tersebut dilakukan dalam rangka perbaikan posisi keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf (a) POJK 14/2019. Jadwal pelaksanaan PMTHMETD adalah pelaksanaan PMTHMETD pada 28 Desember 2022 dan pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD tanggal 30 Desember 2022

PMTHMETD akan dilaksanakan dengan harga pelaksanaan Rp 196 per saham yang ditentukan dengan mempertimbangkan penilaian harga wajar atas saham perseroan oleh penilai independen, sesuai dengan perjanjian perdamaian. Karena itu, nilainya sekitar Rp 5,18 triliun.

Saat ini Garuda juga tengah menggelar rights issue, di mana penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah Rp 7,5 triliun ikut masuk.

"PMN dari pemerintah sebesar Rp 7,5 triliun sudah dilaksanakan melalui PMHMETD. Ini new money financing dan sudah di berada di dalam rekening perusahaan," jelas Irfan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 49 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia