Minyak Didorong Naik Dengan Meningkatnya kekhawatiran Pasokan Minyak
JAKARTA, investor.id - Pergerakan minyak mentah pada penutupan perdagangan Jumat bergerak naik ke level US$ 80.26 per barel. Sentimen positif yang mendukung pasar minyak antara lain meningkatnya kekhawatiran pasokan minyak dari Rusia serta harapan naiknya permintaan dari Tiongkok terkait pembukaan wilayah.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam berita yang beredar, fokus pelaku pasar pada meningkatnya kekhawatiran pasokan yang disebabkan oleh penghentian pasokan minyak dari Rusia. Ancaman larangan pasokan minyak datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pengumuman pembatasan harga oleh negara-negara G7 dan Uni Eropa telah memicu risiko permintaan dan pasokan ke depan.
“Pada perdagangan lalu, Pembatasan harga minyak Rusia dilakukan karena negara-negara Barat ingin memperkecil dana yang disalurkan untuk kebutuhan senjata dan amunisi dalam perang melawan Ukraina,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (2/1/2023).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung harga minyak lebih lanjut, optimisme dari permintaan minyak di Tiongkok kembali ke jalurnya setelah pihak Tiongkok mengatakan akan berhenti mewajibkan pelancong yang masuk untuk karantina mulai 8 Januari, hal ini merupakan perubahan kebijakan yang tiba-tiba dengan melakukan rencana pembukaan wilayah untuk mendukung ekonominya yang terpukul di jalur untuk dibuka kembali sepenuhnya tahun ini.
“Meskipun Spanyol dan Malaysia pada hari Jumat bergabung dengan negara-negara yang memberlakukan atau mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan pada pelancong dari Tiongkok,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, minyak turut mendapat sentimen negatif karena pelaku pasar masih dibayangi ancaman resesi akibat tren kenaikan suku bunga acuan oleh para bank sentral di dunia dan jalur kenaikan suku bunga Federal Reserve AS yang agresif.
Tim Research and Development ICDX menilai, Kenaikan suku bunga membuat biaya modal dari hutang akan meningkat sehingga kemungkinan membuat roda ekonomi terhenti sehingga resesi pun menghantui. Pada saat kondisi tersebut, pelaku pasar menilai permintaan pada minyak mentah dapat menyusut.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82,50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 78,90 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






