Jumat, 15 Mei 2026

Produsen Makanan Bayi (NAYZ) Mau IPO, Harganya Kisaran Rp 100-120

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Jan 2023 | 15:41 WIB
BAGIKAN
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Produsen makanan bayi PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Nilai nominalnya Rp 10 setiap saham dan ditawarkan kepada publik sebesar Rp 100-120.

Karena itu, jumlah seluruh penawaran umum perdana saham ini sebanyak-banyaknya adalah sebesar Rp 61,2 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Surya Fajar Sekuritas.

Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 510 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO ini disampaikan.

ADVERTISEMENT

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang 1 saham baru perseroan berhak memperoleh 1 waran seri I di mana setiap 1 waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Waran seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai nominal Rp 10 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 125 yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu 6 bulan sejak efek diterbitkan sampai dengan 1 hari kerja sebelum ulang tahun pertama pencatatan waran seri I, yang berlaku mulai tanggal 2 Agustus 2023 sampai dengan 1 Februari 2024. Total hasil pelaksanaan waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 63,75 miliar.

Pemegang saham Hassana Boga Sejahtera saat ini adalah PT Hassana Investa Utama 50,98%; PT Asiavesta Investama Jaya 24,51%; Achmad Machlus Sadat 19,61%; dan PT Nusa Perkasa International 4,90%.

Aktifitas bisnis perseroan adalah bidang industri makanan bayi. Pada saat ini perseroan menjalankan satu pabrik makanan bayi yang berlokasi di Tangerang.

Rencana Penggunaan Dana

Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan perseroan dengan urutan prioritas sebagai berikut:

1. Sebesar Rp 4,21 miliar akan digunakan perseroan untuk belanja modal berupa pelunasan pembelian tanah yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik. Transaksi pelunasan pembelian tanah direncanakan akan dilakukan pada kuartal I- 2023;

2. Sekitar Rp 30 miliar akan digunakan perseroan untuk belanja modal berupa pembangunan pabrik, pembelian mesin dan peralatan pabrik yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seluruh transaksi akan dilakukan dengan pihak ketiga. Transaksi pembangunan pabrik direncanakan akan dilakukan pada kuartal I-2023, sedangkan untuk pembelian mesin dan peralatan pabrik akan dilakukan pada kuartal IV-2023; dan

3. Sisanya akan digunakan perseroan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, marketing dan promosi, dan biaya operasional perusahaan.

Jadwal awal IPO Hassana Boga Sejahtera (NAYZ) sebagai berikut:

Masa penawaran awal (bookbuilding): 2-11 Januari 2023

Perkiraan tanggal efektif: 24 Januari 2023

Perkiraan masa penawaran umum: 26-31 Januari 2023

Perkiraan tanggal penjatahan: 31 Januari 2023

Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik: 1 Februari 2023

Perkiraan tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia (BEI): 2 Februari 2023

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 36 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia