Bank Sumut Kantongi Pernyataan Praefektif IPO dari OJK
JAKARTA, investor.id - PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) mengumumkan telah memperoleh pernyataan praefektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rencana pelepasan saham perdana atau initial public offering (IPO).
Izin praefektif OJK tersebut diterbitkan pada 3 Januari 2023. Ini berarti tinggal selangkah lagi Bank Sumut bisa melantai di bursa saham.
Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi, Arieta Aryanti menyatakan rencana go public atau pelepasan saham perdana Bank Sumut di lantai bursa adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja dan aset bank milik masyarakat Sumatra Utara, dan penguatan tata kelola dan penerapan manajemen risiko.
Baca Juga:
Mau IPO, Laba Bersih Perusahaan Konglomerat Hermanto Tanoko (PEVE) Sempat Melambung 7.050%“Dengan kinerja keuangan yang menghasilkan peningkatan laba, diharapkan kontribusi terhadap penghasilan asli daerah (PAD) ikut meningkat. Laba dari setiap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) akan menjadi penghasilan asli daerah (PAD) yang dapat digunakan untuk pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya, Rabu (4/1/2023).
Arieta menyatakan Bank Sumut menjadi bank andalan untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan terutama di Provinsi Sumatra Utara dan nasional pada umumnya.
“Tantangan di era digitalisasi yang semakin besar, seiring dengan tingginya persaingan usaha di sektor perbankan mendorong bank-bank untuk bergerak lebih dinamis untuk menciptakan inovasi produk dan memperbaiki kualitas layanan, salah satunya melalui digitalisasi perbankan,” jelasnya.
Menjawab tantangan persaingan digitalisasi perbankan, dalam tiga tahun terakhir ini Bank Sumut telah banyak mengembangkan berbagai layanan kanal digital, antara lain layanan Mobile banking Sumut Mobile, Laku pandai Sumut Link hingga kerjasama dengan perusahaan fintech, ecommerce dan juga kolaborasi dengan Bank lain untuk memperluas jangkauan.
Selain itu Bank Sumut juga mengembangkan Internet Banking untuk korporasi dan layanan yang mendukung elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah, termasuk kartu kredit pemerintah daerah (KKPD) hingga Layanan QRIS untuk UMKM. Bank Sumut terus berupaya menjadi BPD yang terdepan dalam transformasi digital.
Kinerja Solid
Disampaikan sejalan dengan upaya transformasi, kinerja Bank Sumut menjelang akhir tahun 2022 makin solid, di mana jumlah aset mencapai Rp40,6 triliun pada triwulan III/2022, naik 2,7% (year on year) dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp39,5 triliun.
Bank Sumut juga berhasil membukukan laba sebesar Rp521 miliar hingga September 2022 atau tumbuh 12,3% dibandingkan dengan September 2021 sebesar Rp463 miliar.
Baca Juga:
Bookbuilding sampai 6 Januari, Mitra logistik Alfamidi (LAJU) Buka Harga IPO Kisaran Rp 100-150Adapun, target laba hingga Desember diproyeksikan melampaui target RBB 2022 sebesar Rp665 miliar.
Sementara itu, penyaluran kredit Bank Sumut pada triwulan III/2022 juga meningkat 9,3% menjadi Rp26,8 triliun, dari triwulan III/2021 sebesar Rp24,6 triliun.
"Keberhasilan dan kinerja yang solid dari Bank Sumut diharapkan memberikan kontribusi berarti bagi peningkatan kegiatan perekonomian di 33 kabupaten/ kota dan Provinsi Sumatra Utara, yang pada triwulan III/2022 tumbuh 4,97% (year on year/yoy) dengan produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai Rp243,91 triliun," papar Arieta.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






