Jumat, 15 Mei 2026

Pupuk Kaltim Rencanakan IPO US$ 500 Juta

Penulis : Grace El Dora
5 Jan 2023 | 17:09 WIB
BAGIKAN
Seorang pria berjalan melewati layar gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada 6 September 2018. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan/File Foto)
Seorang pria berjalan melewati layar gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada 6 September 2018. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan/File Foto)

SYDNEY, investor.id – Perusahaan pupuk milik negara, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) merencanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada tahun ini.

Aksi korporasi tersebut berpotensi mengumpulkan dana sebesar US$ 500 juta, kata dua sumber yang mengetahui langsung rencana tersebut.

Setidaknya dua bank telah disebutkan untuk kesepakatan yang akan membuat induk usaha Pupuk Kaltim, yaitu PT Pupuk Indonesia, menjual hingga 20% saham di perusahaan, menurut sumber yang dikutip dari Reuters.

Pupuk Indonesia adalah perusahaan nasional dengan bisnis mulai dari makanan hingga logistik, memiliki 99,99% saham Pupuk Kaltim, menurut situs webnya.

ADVERTISEMENT

Dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi kapasitas,. Namun, kedua sumber menolak disebutkan namanya karena masalah itu bersifat rahasia.

Sementara itu, Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia tidak menanggapi permintaan komentar.

Pencatatan saham itu seiring rencana Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, yang menargetkan penggalangan dana Rp 170 triliun (US$ 10,89 miliar) di pasar modal tahun ini, termasuk pencatatan saham dan instrumen utang.

Pasar modal Indonesia mengumpulkan dana sekitar Rp 260 triliun tahun lalu, menurut kepala pengawas pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi.

Penggalangan dana termasuk IPO raksasa teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia, yang mengumpulkan US$ 1,1 miliar pada April 2022.

Didirikan pada 1977, Pupuk Kaltim dimulai sebagai proyek pupuk lepas pantai yang dikelola oleh Pertamina, yang kemudian sempat diserahkan kepada Kementerian Perindustrian.

Pupuk Kaltim menjadi salah satu unit pupuk Indonesia pada 2012 dan kini menjadi produsen urea dan amonia terbesar di Indonesia.

Perusahaan yang berbasis di Kalimantan itu memiliki 13 pabrik, termasuk lima pabrik amonia dengan kapasitas 2,74 juta ton per tahun dan lima pabrik urea yang memproduksi 3,44 juta ton per tahun.

Selain Pupuk Kaltim, perusahaan lain yang diharapkan go public tahun ini antara lain dua unit Pertamina, yakni Pertamina Geothermal Energy dan Pertamina Hulu Energi.

Pertamina Hulu Energi berpeluang mengumpulkan dana hingga US$ 2 miliar, menurut sumber yang dikutip Reuters pada Desember 2022.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia