Arab Saudi Turunkan Harga Jual, Minyak Melemah
JAKARTA, investor.id - Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi, harga minyak kemungkinan masih akan melemah pada Senin (9/1/2023). Karena Eksportir minyak mentah utama dunia, Arab Saudi, menurunkan harga minyak mentah ringan Arab yang dijualnya ke Asia ke level terendah sejak November 2021 di tengah tekanan global yang menekan harga minyak.
Ibrahim menjelaskan, pasar saham di Tiongkok, importir minyak mentah terbesar di dunia, mencatatkan kemenangan beruntun selama lima hari pada Jumat (6/1/2023). Di tengah ekspektasi investor bahwa ekonomi Tiongkok akan segera bangkit dari kesengsaraan akibat Covid-19 dan melakukan pemulihan yang kuat pada tahun 2023.
“Tetapi, lebih banyak negara di seluruh dunia menuntut pengunjung dari Tiongkok melakukan tes Covid-19, beberapa hari sebelum Tiongkok melepaskan kontrol perbatasan dan mengantarkan kembalinya perjalanan yang ditunggu-tunggu untuk populasi yang sebagian besar telah terjebak di rumah selama tiga tahun,” paparnya, Senin (9/1/2023).
Vandy Cahyadi Komisaris OrbiTrade Berjangka dalam catatannya menyebut, turunnya permintaan Tiongkok sebagai importir terbesar di dunia, serta prospek ekonomi yang melambat membuat harga minyak terus melemah. “Selain itu, Akibat permintaan minyak global melambat, harga minyak dunia akan menyentuh di level US$ 72 per barel,” imbuhnya.
Inflasi zona euro jatuh bulan lalu tetapi tekanan harga yang mendasari masih meningkat dan indikator pertumbuhan ekonomi secara mengejutkan jinak, menunjukkan bahwa Bank Sentral Eropa akan terus menaikkan suku bunga untuk beberapa bulan mendatang.
Aktivitas industri jasa AS pada November mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2,5 tahun, menurut laporan dari Institute for Supply Management (ISM). Tetapi laporan lain menunjukkan ekonomi AS menambahkan pekerjaan pada klip yang solid pada bulan Desember, mendorong tingkat pengangguran kembali ke level terendah pra-pandemi sebesar 3,5% karena pasar tenaga kerja tetap ketat.
Presiden Federal Reserve (Fed) Atlanta Raphael Bostic mengatakan angka pekerjaan AS terbaru adalah tanda lain bahwa ekonomi secara bertahap melambat dan jika itu terus berlanjut, Fed dapat turun ke kenaikan suku bunga seperempat poin persentase pada pertemuan kebijakan berikutnya.
Dalam penutupan pasar Amerika sabtu, harga minyak dunia di tutup di US$ 73,64 per barel. Sedangkan dalam perdagangan di hari senen harga minyak akan di perdagangkan di rentang US$ 72,56 75,55 per barel.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






