Jumat, 15 Mei 2026

Arab Saudi Turunkan Harga Jual, Minyak Melemah

Penulis : Indah Handayani
9 Jan 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga minyak. REUTERS/Tatiana Meel/File Photo
Ilustrasi harga minyak. REUTERS/Tatiana Meel/File Photo

JAKARTA, investor.id - Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi, harga minyak kemungkinan masih akan melemah pada Senin (9/1/2023). Karena Eksportir minyak mentah utama dunia, Arab Saudi, menurunkan harga minyak mentah ringan Arab yang dijualnya ke Asia ke level terendah sejak November 2021 di tengah tekanan global yang menekan harga minyak.

Ibrahim menjelaskan, pasar saham di Tiongkok, importir minyak mentah terbesar di dunia, mencatatkan kemenangan beruntun selama lima hari pada Jumat (6/1/2023). Di tengah ekspektasi investor bahwa ekonomi Tiongkok akan segera bangkit dari kesengsaraan akibat Covid-19 dan melakukan pemulihan yang kuat pada tahun 2023.

“Tetapi, lebih banyak negara di seluruh dunia menuntut pengunjung dari Tiongkok melakukan tes Covid-19, beberapa hari sebelum Tiongkok melepaskan kontrol perbatasan dan mengantarkan kembalinya perjalanan yang ditunggu-tunggu untuk populasi yang sebagian besar telah terjebak di rumah selama tiga tahun,” paparnya, Senin (9/1/2023).

ADVERTISEMENT

Vandy Cahyadi Komisaris OrbiTrade Berjangka dalam catatannya menyebut, turunnya permintaan Tiongkok sebagai importir terbesar di dunia, serta prospek ekonomi yang melambat membuat harga minyak terus melemah. “Selain itu, Akibat permintaan minyak global melambat, harga minyak dunia akan menyentuh di level US$ 72 per barel,” imbuhnya.

Inflasi zona euro jatuh bulan lalu tetapi tekanan harga yang mendasari masih meningkat dan indikator pertumbuhan ekonomi secara mengejutkan jinak, menunjukkan bahwa Bank Sentral Eropa akan terus menaikkan suku bunga untuk beberapa bulan mendatang.

Aktivitas industri jasa AS pada November mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2,5 tahun, menurut laporan dari Institute for Supply Management (ISM). Tetapi laporan lain menunjukkan ekonomi AS menambahkan pekerjaan pada klip yang solid pada bulan Desember, mendorong tingkat pengangguran kembali ke level terendah pra-pandemi sebesar 3,5% karena pasar tenaga kerja tetap ketat.

Presiden Federal Reserve (Fed) Atlanta Raphael Bostic mengatakan angka pekerjaan AS terbaru adalah tanda lain bahwa ekonomi secara bertahap melambat dan jika itu terus berlanjut, Fed dapat turun ke kenaikan suku bunga seperempat poin persentase pada pertemuan kebijakan berikutnya.

Dalam penutupan pasar Amerika sabtu, harga minyak dunia di tutup di US$ 73,64 per barel. Sedangkan dalam perdagangan di hari senen harga minyak akan di perdagangkan di rentang US$ 72,56 75,55 per barel.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia