PTPP Kebut Proyek Infrastruktur di KIT Batang
JAKARTA, investor.id - PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) telah menuntaskan 100% pembangunan paket jalan 1.1B dan paket jalan 1.4 di proyek Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah per Desember 2022. Selanjutnya, PP akan mengebut sejumlah proyek infrastruktur KIT Batang, seperti penyelesaian instalasi air bersih.
Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengungkapkan, sebagai kontraktor di proyek KIT Batang, perseroan berhasil menyelesaikan proyek Paket Jalan 1.1B dan Paket Jalan 1.4 sebesar 100% sampai dengan Desember 2022.
Di samping mengerjakan proyek jalan, emiten konstruksi pelat merah tersebut juga menggarap proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) terintegrasi dan jaringan pipa air limbah yang kini progresnya mencapai 41,4% dan pembangunan PT KCC Glass Indonesia sebesar 50%.
“Kepemilikan saham PP di PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Grand Batang City) saat ini hanya 1% dan kami berperan selaku kontraktor dalam pengembangan KIT Batang,” jelas Bakhtiyar kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.
Beberapa proyek KIT Batang yang dikerjakan PTPP di fase I‑merupakan proyek-proyek infrastruktur dasar yang mencakup proyek jalan dan akses menuju jalan tol transjawa,‑apartemen bertingkat rendah, drainase air, saluran gas dan jaringan distribusi.
Tahun ini, PTPP menargetkan untuk menyelesaikan infrastruktur lain di KIT Batang seperti jaringan telekomunikasi dan kelistrikan, manajemen air dan sampah, jaringan transmisi gas, dan pelabuhan.
Baca Juga:
Update soal LRT dari Adhi Karya (ADHI)Perseroan juga berencana mengerjakan pembangunan KIT Batang Fase II yang meliputi pengembangan kawasan khusus bagi UMKM dan kawasan perkotaan,‑situs kompleks bisnis Sumilir dan Grand Batang City Town Center.
Pada sembilan bulan 2022, PP mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 141,02 miliar, naik 8,96% dari Rp 129,41 miliar pada periode sama tahun lalu. Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut turut ditopang kenaikan pendapatan perseroan sekitar 20% menjadi Rp 13,45 triliun per 30 September 2022 dibanding Rp 11,21 triliun pada periode sama tahun lalu.
Kenaikan pemasukan ini, diikuti kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 18,92% menjadi Rp 11,64 triliun sepanjang kuartal I-III 2022. Lebih rinci, pendapatan emiten pelat merah ini berasal dari lini bisnis jasa konstruksi Rp 10,8 triliun, properti dan realty Rp 1,5 triliun, dan engineering, procurement, construction (EPC) Rp 799,52 miliar.
“Tidak terdapat penjualan dari pihak pembeli yang nilainya melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha pada 2022 dan 2021,” jelas manajemen PTPP dalam laporan keuangan yang dirilis belum lama ini.
Sementara itu, sumber pendapatan PTPP dari pihak berelasi sepanjang Januari-September 2022 totalnya mencapai Rp 4,3 triliun, antara lain dari PT Hutama Karya Persero (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Sisanya, berasal dari pihak ketiga, antara lain yang terbesar adalah PT Traslingkar Kita Jaya Rp 1,29 triliun, PT Weda Bay Nickel Rp 1,01 triliun, dan BPJ-PT PP Semarang Demak Rp 2,49 triliun.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






