Jumat, 15 Mei 2026

Jumlah Kunjungan Pasien Mulai Naik, Kinerja Siloam (SILO) Bertumbuh 

Penulis : Investor Daily
10 Jan 2023 | 08:05 WIB
BAGIKAN
RS Siloam Mampang
RS Siloam Mampang

JAKARTA, Investor.id - Tren peningkatan jumlah pasien non Covid mulai berimbas positif terhadap jumlah kunjungan ke rumah sakit PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Peningkatan tersebut diharapkan dapat membalikkan pendapatan yang selama ini dari pasien Covid.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Jonathan Guyadi dalam riset yang diterbitkan belum lama ini menyebutkan bahwa kinerja emiten rumah sakit terimbas penurunan pasien Covid-19. Namun, jumlah kunjungan pasien non-Covid semakin bertumbuh seperti yang dicatatkan rumah sakit Siloam.

RS Siloam mencatat jumlah inpatient days dan jumlah pasien rawat jalan tertinggi pada kuartal III-2022, dibandingkan dengan 10 kuartal sebelumnya. Inpatient days selama 9 bulan 2022 naik 8,3% menjadi 587.617 hari, dibandingkan dengan 542.772 hari pada 9 bulan 2021. Per September 2022, SILO juga telah melayani lebih dari 2,2 juta pasien rawat jalan, meningkat 32,2%, dibandingkan periode yang sama.

ADVERTISEMENT

Jonathan menambahkan, angka-angka tersebut mencerminkan pemulihan minat masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan di rumah sakit setelah pandemi atau dengan kata lain sebelumnya banyak memilih untuk menghindari rumah sakit selama pandemi, karena takut tertular Covid-19.

Di saat yang sama, kembalinya pasien non Covid-19 ke rumah sakit juga menyebabkan perubahan kebutuhan penanganan pasien, dengan meningkatnya permintaan untuk pengobatan kasus yang lebih kompleks, seperti urologi, neurologi, kardiologi, onkologi, dll.

Secara keuangan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,4 triliun hingga September 2022 dengan EBITDA Rp 1,4 triliun dan laba bersih Rp 457 miliar. Kinerja SILO ini tentu saja berimbas positif terhadap induk usahanya LPKR yang merupakan pemegang saham utama dengan kepemilikan 58,05%.

Komisaris Utama SILO sekaligus Group CEO LPKR John Riady mengatakan, LPKR melalui SILO berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia. Terlebih lagi, perekonomian diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi. "LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi. Kami memiliki misi untuk memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia, dan tentunya berkomitmen untuk terus bertumbuh," tegasnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia