Jumat, 15 Mei 2026

Masuk Bursa, Saham Produsen Wine dari Bali (WINE) Terasa Manis

Penulis : Thresa Sandra Desfika
10 Jan 2023 | 09:13 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Hatten Bali (WINE) Ida Bagus Rai Budarsa. (Ist)
Direktur Utama Hatten Bali (WINE) Ida Bagus Rai Budarsa. (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Hatten Bali Tbk (WINE) mencatatkan (listing) perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/1/2023).

Pada perdagangan sesi I perdananya di pasar sekunder, saham WINE dibuka loncat 31,78% ke Rp 170.  Dalam 5 menit awal, WINE ditransaksikan sempat di level tertinggi Rp 174 dan terendah Rp 147.

Sebelumnya, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi minuman beralkohol khususnya wine ini menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sejumlah 678 juta saham. Besaran saham itu setara dengan 25,02% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga Rp 129 per saham. Perseroan menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia selaku underwriter.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama Hatten Bali Ida Bagus Rai Budarsa menjelaskan, dengan berkembangnya produk dan minat atas industri ini di Indonesia, langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia  (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi.

“Kami optimis dengan prospek bisnis dan pertumbuhan pendapatan yang dijalankan perseroan saat ini terutama melihat tren masyarakat menengah atas untuk mengkonsumsi wine dan tingkat pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang semakin besar,” paparnya, Selasa (10/1/2023).

Direktur PT NH Korindo Sekuritas Indonesia Amir Suhendro Samirin memaparkan, pihaknya yakin bahwa dengan dicatatkannya PT Hatten Bali Tbk akan memberikan warna tersendiri bagi industri pasar modal, dikarenakan belum ada perusahaan sejenis yang memproduksi wine dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam keterangan resmi perseroan, Selasa (10/1/2023), dijelaskan bahwa WINE mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 30 Desember 2022. Selama masa penawaran umum tanggal 3-6 Januari 2023, saham Hatten Bali mendapatkan minat yang cukup positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat terserap dengan baik.

Perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp 87,46 miliar di mana dana yang diraih perseroan dari IPO ini, utamanya akan digunakan sebagai modal kerja untuk pengembangan usaha perseroan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia