Masuk Bursa, Saham Produsen Wine dari Bali (WINE) Terasa Manis
JAKARTA, investor.id - PT Hatten Bali Tbk (WINE) mencatatkan (listing) perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/1/2023).
Pada perdagangan sesi I perdananya di pasar sekunder, saham WINE dibuka loncat 31,78% ke Rp 170. Dalam 5 menit awal, WINE ditransaksikan sempat di level tertinggi Rp 174 dan terendah Rp 147.
Sebelumnya, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi minuman beralkohol khususnya wine ini menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sejumlah 678 juta saham. Besaran saham itu setara dengan 25,02% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga Rp 129 per saham. Perseroan menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia selaku underwriter.
Direktur Utama Hatten Bali Ida Bagus Rai Budarsa menjelaskan, dengan berkembangnya produk dan minat atas industri ini di Indonesia, langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi.
“Kami optimis dengan prospek bisnis dan pertumbuhan pendapatan yang dijalankan perseroan saat ini terutama melihat tren masyarakat menengah atas untuk mengkonsumsi wine dan tingkat pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang semakin besar,” paparnya, Selasa (10/1/2023).
Direktur PT NH Korindo Sekuritas Indonesia Amir Suhendro Samirin memaparkan, pihaknya yakin bahwa dengan dicatatkannya PT Hatten Bali Tbk akan memberikan warna tersendiri bagi industri pasar modal, dikarenakan belum ada perusahaan sejenis yang memproduksi wine dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam keterangan resmi perseroan, Selasa (10/1/2023), dijelaskan bahwa WINE mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 30 Desember 2022. Selama masa penawaran umum tanggal 3-6 Januari 2023, saham Hatten Bali mendapatkan minat yang cukup positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat terserap dengan baik.
Perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp 87,46 miliar di mana dana yang diraih perseroan dari IPO ini, utamanya akan digunakan sebagai modal kerja untuk pengembangan usaha perseroan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





