Jumat, 15 Mei 2026

Mandiri Sekuritas Patok Target IHSG Tahun Ini 7.510

Penulis : Zsazya Senorita
11 Jan 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Karyawan beraktivitas di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan beraktivitas di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Mandiri Sekuritas menargetkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir 2023 berada di level 7.510 secara moderat atau sebagai base scenario. Untuk skenario bear dan bull, IHSG masing-masing diprediksi menyentuh level 6.340 dan 7.820 tahun ini.

“Tahun lalu, pertumbuhan EPS emiten mencapai 45%, sedangkan tahun ini hanya 5% dan 2024 sebesar 10%,” ujar Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer di Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa (10/1/2023).

Tim analis saham Mandiri Sekuritas mematok price earning ratio (PER) IHSG sebesar 14,7 kali tahun ini. PER ini diperingkat ulang (re-rating) di tengah kondisi global tahun ini yang lebih volatile. Sebab, komposisi sektor komoditas terhadap IHSG diproyeksi turun.

ADVERTISEMENT

Sebagai sentimen positif, Mandiri Sekuritas menilai, kebijakan kenaikan suku bunga oleh bank sentral melampaui puncaknya. Dengan begitu, nilai tukar dolar diprediksi ikut melemah. Adapun terkait ancaman resesi global, Adrian meyakini, Indonesia sebagai emerging market lebih menarik dibandingkan develop market. Pada saat dolar berhenti menguat, emerging market akan diuntungkan, karena nilai tukar mata uangnya menguat.

“Kami juga masih mencermati earnings growth ini akan mengalami normalisasi, sehingga secara indeks level kita perkirakan dibandingkan earnings growth-nya pertumbuhannya untuk Mandiri Sekurtitas Universe itu sekitar 2%,” sambung dia.

Untuk rekomendasi, Mandiri Sekuritas memfavoritkan saham-saham dari sektor barang konsumsi primer atau fast moving consumer goods (FMCG), perunggasan atau poultry, dan semen. Saham dari sektor-sektor ini patut diperhatikan bila harga saham-saham komoditas menurun.

“Ketiga sektor itu adalah unggulan kami. Mungkin FMCG dan poultry sudah bertahan, meski indeks turun dan semen juga kami sudah masukkan ke top picks. Ketiga sektor ini so far return-nya sudah cukup baik dibandingkan IHSG yang turun,” papar Andrian.

Menantang

Mandiri Sekuritas memandang, kondisi pasar saham tahun ini akan lebih menantang dari sisi situasi. Sebab, pertumbuhannya diprediksi akan lebih rendah, yang juga akan terefleksikan pada pertumbuhan laba bersih emiten di BEI yang akan lebih kecil dibandingkan 2022.

Hal tersebut juga disebabkan peralihan (shifting) dari sektor komoditas yang menjadi juara tahun lalu dan tahun ini akan mengalami normalisasi. “Dengan demikian, pertumbuhan IHSG akan lebih challenging tahun ini. Namun menyikapi ini, kita lihat ini tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar Indonesia,” kata dia.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia