Jumat, 15 Mei 2026

Alfamidi (MIDI) Mau Stock Split 1:10, Terus Rights Issue

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Jan 2023 | 08:06 WIB
BAGIKAN
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) atau Alfamidi berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan MIDI Suantopo Po menjelaskan, rencana stock split dilakukan dengan rasio 1:10 dan perseroan telah menggenggam persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Desember 2022.

“Nilai nominal saham sebelum stock split Rp 100 per saham. Nilai nominal saham setelah stock split Rp 10 per saham,” ungkap Suantopo dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (12/1/2023).

ADVERTISEMENT

Sebelum stock split jumlah saham MIDI adalah 2.882.353.000 saham. Nanti setelah stock split menjadi 28.823.530.000 saham.

Suantopo menyampaikan, tujuan stock split adalah untuk membantu meningkatkan daya tarik investor atas saham perseroan dengan menjadikan harga saham perseroan menjadi lebih terjangkau khususnya bagi investor ritel.

“Untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di BEI,” paparnya.

Alfamidi, lanjut dia, akan meminta persetujuan rencana stock split dari para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 17 Februari 2023.

Perkiraan jadwal stock split MIDI:

Alfamidi (MIDI) Mau Stock Split 1:10, Terus Rights Issue
Sumber: Perseroan

Rights Issue 

Selain itu, Midi Utama Indonesia berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 461.176.480 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Menurut direksi perseroan, rights issue dapat dilaksanakan setelah perseroan persetujuan RUPSLB, kemudian perseroan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pernyataan efektif dari OJK.

Ketentuan-ketentuan rights issue, termasuk harga pelaksanaan dan jumlah saham final yang akan diterbitkan akan diungkapkan dalam prospektus.

Perseroan merencanakan pelaksanaan rights issue dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia