Jumat, 15 Mei 2026

Melesat 16,19%, Bank Jago (ARTO) Pimpin Rebound Saham Bank Digital

Penulis : Parluhutan Situmorang
12 Jan 2023 | 13:09 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id – Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) mulai bangkit setelah tiga hari perdagangan terakhir catatkan penurunan. Harga saham Bank Jago (ARTO) melesat tajam Rp 450 (16,19%) menjadi Rp 3.230 per saham pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (12/1/2023).

Sejak awal perdagangan, harga saham ARTO telah bergerak di zona hijau. Hingga sesi I berakhir, saham ARTO telah ditransaksikan sebanyak 11.547 kali dengan nilai transaksi sebesar Rp 103,7 miliar.

Sepanjang tahun 2023, saham ARTO selalu ditutup di zona merah. Apabila sampai dengan akhir perdagangan saham ARTO tetap berada di zona hijau, maka ini akan menjadi kali pertama saham ARTO menguat pada Januari.

ADVERTISEMENT

Riset MNC Sekuritas terbaru yang bertajuk rebalancing & rotation start early menyebutkan bahwa penurunan harga saham ARTO sepanjang tahun 2023 membuat valuasinya kemurahan.

Di sisi lain, harga saham ARTO menguat sebagai respons dari kenaikan indeks Nasdaq Composite hingga 5,24% sepanjang tahun ini. Dalam laporan tersebut, ARTO juga disebut sebagai bank digital terbaik karena memiliki beberapa aspek yang menonjol dari ARTO.

“Kami yakin ARTO masih menjadi bank digital terbaik di Indonesia dalam hal kecukupan modal (CAR sebesar 97,5% pada Sep-22); profitabilitas (NIM sebesar 10,5% pada Sep-22) dan strategi pendanaan (akun CASA untuk >70% simpanan nasabah)” mengutip laporan riset MNC Sekuritas.

Lebih lanjut, riset tersebut juga menyoroti perihal ARTO yang beroperasi sebagai bank digital sehingga dengan operasional yang ramping diharapkan dapat menjadi pemacu pertumbuhan dari sisi laba.

Hingga November 2022, kredit dan pembiayaan syariah Bank Jago mampu tumbuh 81,6% menjadi Rp8,74 triliun dari setahun sebelumnya Rp4,81 triliun. Pertumbuhan ini 7 kali lipat lebih tinggi dari rerata industri perbankan yang tercatat 11,16%.

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga melesat bahkan melampaui pertumbuhan kredit. DPK tumbuh hampir 2 kali lipat, dari Rp3,34 triliun di November 2021 menjadi Rp6,61 triliun pada November 2022.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, pendapatan bunga dari emiten Bank Digital ini tumbuh 150% menjadi Rp1,36 triliun. Namun didukung dengan dana murah yang kuat, beban bunga terjaga cukup rendah, hanya Rp129,35 miliar, naik 141% secara year on year (yoy). Produk tabungan dan giro (current account saving account) mendominasi DPK hingga 60,24%.

Dengan kinerja tersebut, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Bank Jago menembus Rp 1,23 triliun, naik 151% secara year on year. Secara keseluruhan, laba bersih ikut melesat 977% menjadi Rp 47,37 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia