Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Lagi-lagi Berpotensi Menguat 

Penulis : Indah Handayani
13 Jan 2023 | 07:15 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara
ilustrasi harga minyak sumber: Antara

JAKARTA, investor.id – Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi harga minyak akan di perdagangkan melebar tapi condong menguat pada perdagangan Jumat (13/1/2023). Harga minyak diperkirakan akan diperdagangkan di rentang US$ 76,75 per barel – US81,20 perbarel.

Ibrahim menambahkan, minyak naik sekitar 1% pada kemarin, didukung oleh optimisme atas prospek permintaan Tiongkok dan harapan bahwa data inflasi yang akan datang dari Amerika Serikat akan menunjukkan kenaikan suku bunga yang lebih lambat. Pengimpor minyak utama Tiongkok membuka kembali ekonominya setelah berakhirnya pembatasan Covid-19 yang ketat.

“Hal itu meningkatkan optimisme bahwa permintaan bahan bakar akan meningkat pada 2023,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (13/1/2023).

ADVERTISEMENT

Analis dan komisaris  PT Orbi Trade Berjangka Vandy Cahyadi mengatakan, pendaratan yang lebih lembut untuk AS, dan mungkin di tempat lain. Dikombinasikan dengan pemulihan ekonomi yang kuat di Tiongkok setelah gelombang Covid saat ini dapat menghasilkan tahun yang jauh lebih baik daripada yang ditakuti. “Serta, merangsang permintaan minyak mentah tambahan," jelas Vandy.

Data IHK AS akan berdampak besar pada minyak dan pasar yang lebih luas dengan membentuk ekspektasi kecepatan kenaikan suku bunga di ekonomi terbesar dunia. "Suasananya benar-benar optimis tetapi mari kita ingat: itu bisa berubah buruk secepat membaik jika tekanan inflasi terbukti mengakar," kata Vandy.

Ekonom memperkirakan kenaikan harga konsumen inti AS telah melambat ke laju tahunan sebesar 5,7% pada bulan Desember, dibandingkan 6% sebulan sebelumnya. Inflasi utama bulan ke bulan terlihat di nol. Pasar juga bersiap untuk pembatasan tambahan pada pasokan minyak Rusia karena sanksi atas invasi ke Ukraina.

Administrasi Informasi Energi AS mengatakan larangan UE yang akan datang atas impor produk minyak bumi melalui laut dari Rusia pada 5 Februari bisa lebih mengganggu daripada larangan UE atas impor minyak mentah melalui laut dari Rusia yang diterapkan pada Desember 2022.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia