Jumat, 15 Mei 2026

Vastland (VAST) Siap IPO, Siapa Pemiliknya?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Jan 2023 | 11:51 WIB
BAGIKAN
Gudang milik PT Vastland Indonesia Tbk (VAST). (Ilustrasi/IST)
Gudang milik PT Vastland Indonesia Tbk (VAST). (Ilustrasi/IST)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan properti pergudangan, PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) segera menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 700 juta saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Jumlah saham yang akan dilepas itu sebanyak-banyaknya 22,54% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

Vastland membuka harga penawaran Rp 100-109 per saham sehingga dana yang bisa diraih dari aksi ini Rp 70-76,3 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksanan emisi efek adalah Erdikha eli Sekuritas.

Pemegang saham VAST saat ini adalah PT Tembesu Elang Perkasa 88,89%, PT Bersatu Kita Tangguh 9,88%, Hendry Gunawan 0,99%, Vicky Vergilius Gunawan 0,12%, dan Yuanita Tjoatjawinata 0,12%. Pengendali langsung adalah Tembesu Elang Perkasa dan sedangkan individu selaku pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) ialah Hendry Gunawan.

ADVERTISEMENT

Hendry Gunawan, pada tanggal 3 November 2022, menyatakan tidak akan mengalihkan pengendaliannya terhadap perseroan sampai dengan sekurang-kurangnya 12 bulan setelah pernyataan penawaran umum perdana saham perseroan menjadi efektif.

Sementara itu, duduk di posisi komisaris Vastland, Yuanita Tjoatjawinata (63) dan Levina Junieta Gunawan (36). Sedangkan direktur utamanya adalah Vicky Vergelius Gunawan (40). Yuanita Tjoatjawinata merupakan ibu dari Vicky Vergilius Gunawan dan Levina Junieta Gunawan.

Kinerja Keuangan

Dalam prospektus awal, pendapatan perseroan untuk periode yang berakhir tanggal 30 September 2022 adalah sebesar Rp 19,03 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp 3,11 miliar atau naik 19,56% dibandingkan dengan 30 September 2021. Kenaikan ini berasal dari penyewa baru yang diperoleh perseroan di mana harga sewa atas penyewa tersebut lebih baik dibandingkan dengan penyewa lama. Selain itu, pendapatan tersebut juga berasal dari kenaikan harga sewa gudang pada penyewa lama yang melakukan perpanjangan.

Beban pokok pendapatan per 30 September 2022 adalah Rp 1,03 miliar, turun dari periode sama tahun 2021 Rp 1,18 miliar.

Sedangkan laba neto sebesar Rp 14,33 miliar sampai 30 September 2022, naik sekitar 87% dari Rp 7,65 miliar di 30 September 2021.

Sampai dengan 30 September 2022, jumlah aset perseroan Rp 276,66 miliar, liabilitas Rp 80,31 miliar, dan ekuitas Rp 196,35 miliar.

Perseroan didirikan pada tahun 2011 dan memulai operasional pada tahun 2012 dengan kegiatan usaha real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dengan spesifik pada pengembangan properti logistik (pergudangan). Kegiatan usaha tersebut merupakan kegiatan usaha yang masih dijalankan perseroan sampai dengan saat ini. Lokasi kegiatan usaha perseroan terletak di 5 provinsi di Pulau Sumatra dan 1 Provinsi di Pulau Jawa.  Kantor pusat perusahaan berada di Lampung.

Fokus perseroan adalah pengembangan dan penyewaan gudang dalam bentuk built-to-suit dan general warehouses. Gudang yang dimiliki perseroan disewakan untuk berbagai industri, umumnya untuk kebutuhan fast moving consumer goods (FMCG), perdagangan komoditas, penyedia 3PL (third party logistics).

Vastland (VAST) Siap IPO, Siapa Pemiliknya?

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 48 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia