Jumat, 15 Mei 2026

Saham Barang Konsumsi Diprediksi Menggeliat pada 2023

Penulis : Yunia Rusmalina
17 Jan 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Pialang memantau pergerakan saham di sebuah sekuritas di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: David Gita Roza /investor Daily
Pialang memantau pergerakan saham di sebuah sekuritas di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: David Gita Roza /investor Daily

JAKARTA, investor.id – Saham sektor barang konsumsi (consumer goods) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi menggeliat tahun 2023, ditopang masih kuatnya konsumsi rumah tangga di Indonesia. Adapun tahun lalu, saham sektor ini tertekan oleh perang Rusia dan Ukraina yang memicu lonjakan harga bahan baku produk barang konsumsi.

Analis pasar modal Riska Afriani menjelaskan, ketika inflasi naik, suku bunga acuan dikerek sejumlah bank sentral. Umumnya, hal ini bakal mengerem konsumsi masyarakat.

Akan tetapi, dia menuturkan, di Indonesia, indeks keyakinan konsumen masih tinggi. Sementara itu, kredit perbankan masih tumbuh 11,16 % November 2022. “Artinya, konsumsi rumah tangga masih cukup baik secara keseluruhan. Jadi, dalam jangka panjang, saham consumer goods masih cukup menarik,” tutur Riska, Senin (16/1/2023).

ADVERTISEMENT

Dia mencatat, inflasi sepanjang tahun 2022 mencapai 5,51 %, sedangkan inflasi bahan pangan sebesar 5,83%. Namun, inflasi Indonesia lebih baik dibandingkan sejumlah negara Asean lainya, seperti Laos sebesar 45 % dan Myanmar  18,43 %.

Selain itu, dia menegaskan, pemerintah sudah melakukan pemberian subsidi kepada masyarakat. Faktor pendukung lainya adalah kenaikan permintaan barang konsumsi pada Maret hingga April 2023, didorong terdapat momen Bulan Puasa dan Lebaran.

“Berkaca pada faktor itu, saya melihat indeks  saham consumer goods akan meningkat,”ungkap dia.

Riska menambahkan, tahun 2024 digelar pemilu. Ini akan memicu bertambahnya jumlah uang beredar. Imbasnya, daya beli masyarakat masyarakat naik, sehingga permintaan barang konsumsi turut terkerek.

Secara terperinci, ada tiga subsektor barang konsumsi, yaitu bahan tahan lama dengan karakter  produk yang bisa dipakai hingga tiga tahun,  lalu FMCG   dengan karakteristik kurang dari tiga tahun, dan produk yang dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan.

“Yang memiliki ketahanan lebih baik adalah FMCG, karena tidak terpengaruh oleh siklus ekonomi. Barang-barang ini termasuk kebutuhan pokok,” tutur dia.

Baca juga:

Riska merekomendasikan saham UNVR, dengan rekomendasi buy on weakness Rp 4.750- 4.790 dan target harga Rp 5.000–5.500. Adapun saham INDF direkomendasikan buy on wekaness di level Rp 6.650 - 6.700 dan target harga Rp 6.825.

Sementara itu, dia menuturkan, secara teknikal, saham MYOR  masuk fase downtrend, namun berpotensi rebound  ke level Rp 2.400. Dia menyerukan buy saham ini di level Rp 2.400- 2.430, dengan target harga Rp 2.540. Dalam jangka panjang, saham MYOR masih berpotensi  ke level  Rp 2.800.

Dari sisi lain, dia menilai, inflasi Amerika Serikat (AS) sebesar 6,5% Desember 2022 membuat The Fed akan berhati-hati dalam menaikkan suku bunga acuan. Ini akan menguntungkan konsumsi masyarakat.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 55 detik yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 12 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 54 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 58 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia