Jumat, 15 Mei 2026

OneMed (OMED) Bidik Laba Bersih Tahun Ini Rp 380 Miliar

Penulis : Kunradus Aliandu
17 Jan 2023 | 04:21 WIB
BAGIKAN
PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) atau OneMed bersiap menggelar IPO dengan target dana mencapai Rp 1,25 triliun. (Ilustrasi/Perseroan)
PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) atau OneMed bersiap menggelar IPO dengan target dana mencapai Rp 1,25 triliun. (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) atau OneMed membidik pendapatan usaha tahun ini naik berkisar 25-30% menjadi Rp 2,2 triliun dan laba bersih Rp 370-380 miliar, kendati industri kesehatan sedang dalam tahap normalisasi pasca-pandemic boom. Perseroan juga menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 330-350 miliar.

Direktur OneMed (OMED) Louis Hartanto mengatakan, peningkatan pertumbuhan industri kesehatan 2023 akan didorong oleh faktor regulasi impor dan meningkatnya investasi terkait perbaikan infrastruktur pelayanan kesehatan oleh para pemangku kepentingan.

“Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi ekspansi usaha serta strategi bisnis pada 2023, di antaranya penambahan kapasitas untuk fasilitas produksi, penambahan jaringan distribusi yang terintegrasi, yakni distribution branches dan national distribution center, pengembangan platform & modul online dan infrastruktur teknologi informasi,” ungkap Louis dalam keterangan resmi, Senin (16/1/2023).

ADVERTISEMENT

Louis menyampaikan, seluruh ekspansi usaha ini akan didanai dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Jika dana itu tak mencukupi, perseroan akan menggunakan kas internal.

“Perseroan menetapkan anggaran belanja modal sekitar Rp 330–350 miliar tahun 2023,” papar dia.

Louis menjelaskan, tahun ini, perseroan akan fokus menambah kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru yang berlokasi di Mojoagung II, Batang, Wonosalam dan Lamongan. Pabrik baru ini fokus pada produk-produk perseroan yang memiliki pertumbuhan permintaan yang tinggi, antara lain wound care, syringe & needle, uro catherer, pregnancy test, dan blood collection tube.

Namun, demikian Louis, perseroan tidak menutup kemungkinan memproduk produk-produk lain yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Selain pembangunan pabrik, Louis menjelaskan, perseroan memiliki rencana untuk penambahan mesin-mesin produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selanjutnya, perseroan akan memperluas jaringan distribusi penjualan dengan penambahan distribution branches dan national distribution center di Jakarta, Makassar, Depok, Kediri, Subang, dan Cikarang.

“Dengan tambahan lokasi-lokasi di atas, hal ini akan memperkuat positioning OneMed dalam sektor alat kesehatan serta dapat mempercepat delivery time, sehingga OMED mampu meningkatan produktivitas dan profitabilitas perseroan kedepannya,” kata Louis.

Selain itu, OneMed menargetkan penambahan ritel OneMed sebanyak 25 cabang selama lima tahun ke depan untuk meningkatkan pendapatan segmen ritel perseroan. Selain mengembangkan jalur distribusi offline, OneMed berencana mengembangkan platform dan modul online perseroan seiring dengan pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia dan tingginya penetrasi penggunaan internet di Indonesia setiap tahunnya. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 detik yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 12 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 54 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 58 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia