Jumat, 15 Mei 2026

Unit Bisnis Nikel Merdeka Gold (MDKA) Mau IPO

Penulis : Harso Kurniawan
18 Jan 2023 | 07:15 WIB
BAGIKAN
Aktivitas usaha PT Merdeka Battery Materials, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: Perseroan)
Aktivitas usaha PT Merdeka Battery Materials, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), perusahaan pertambangan mineral papan atas Indonesia, menyiapkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham unit bisnis nikel, PT Merdeka Battery Materials (MBM), yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Berdasarkan laporan riset CLSA, Selasa (17/1/2023), pencatatan saham MBM di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menegaskan posisi kunci Merdeka Gold di rantai pasok baterai mobil listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia sekaligus merealisasikan nilai MBM di valuasi sum of the parts (SOTP) perseroan.

Saat ini, Merdeka Gold memiliki 51% saham MBM, perusahaan pertambangan nikel terbesar di Indonesia dengan cadangan dan sumber daya nikel masing-masing sebanyak 189 juta ton dan 1,1 miliar ton.

ADVERTISEMENT

Selain tambang nikel, MBM memiliki 50% saham dua perusahaan nickel pig iron (NPI), bahan baku baja nirkarat (stainless steel/SS), dengan total kapasitas 38 ribu ton setahun. MBM juga memiliki 32% saham Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP), kawasan industri seluas 3.600 hektare di Konawe, Sulawesi Tenggara.

MBM berencana menambang bijih nikel limonit pada semester II-2023, dengan produksi 6-8 juta ton per tahun. Dana hasil IPO akan digunakan MBM untuk mengolah nikel limonit menjadi prekursor katoda baterai EV, dengan teknologi high pressure acid leach (HPAL). Di proyek ini, MBM akan menggaet mitra strategis.

“Pada 2024, kami prediksi MBM akan menyumbangkan 70% dan 50% pendapatan dan laba kotor MDKA,” tulis CLSA.

Di luar proyek HPAL, MBM berencana menambah kapasitas NPI sebesar 50 ribu ton akhir 2023. Lebih dari itu, MBM berniat membangun fasilitas converter NPI ke nikel matte, jenis nikel yang juga bisa digunakan sebagai prekursor katoda.

CLSA menaikkan proyeksi EBITDA MDKA sepanjang 2023 dan 2024 masing-masing 7,8% dan 18,3%. Broker asing ini mempertahankan rekomendasi buy saham MDKA dengan target harga Rpp 5.700.

Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri tidak dapat dimintai konfirmasi terkait berita ini. Dia tidak menjawab pesan singkat yang dikirim Investor Daily.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia