Jumat, 15 Mei 2026

Fimperkasa Utama (FIMP) Proyeksikan Pendapatan Tumbuh Signifikan Tahun Ini

Penulis : Kunradus Aliandu
19 Jan 2023 | 17:20 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP), Mohamad Mulky Thalib (kiri) bersama Komisaris Utama FIMP Faried Thalib memperlihatkan Sertifikat Pencatatan Saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/4/2021).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Direktur Utama PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP), Mohamad Mulky Thalib (kiri) bersama Komisaris Utama FIMP Faried Thalib memperlihatkan Sertifikat Pencatatan Saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/4/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) memproyeksikan pendapatan perseroan sebesar Rp 23 milar tahun ini atau tumbuh signifikan dari perkiraan realisasi pendapatan emiten yang bergerak di bidang jasa konstruksi ini pada 2022 yang sekitar Rp 6,5 miliar.

“Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini akan tumbuh lebih baik dari 2022. Hal ini diiringi dengan kinerja pendapatan dan laba perseroan yang juga diperkirakan semakin membaik dan berkinerja positif pada akhir Desember 2022,” kata Direktur Utama FIMP Mulky Thalib dalam keterangannya pasca public expose, Kamis (19/1/2023).

Menurut Mulky Thalib, capaian perkiraan tersebut merupakan target realisasi optimistis FIMP untuk tahun ini dari total proyek on the pipe line yang dimiliki perseroan saat ini sekitar Rp 65,2 miliar hingga 2025, yang terdiri dari proyek gedung, hunian, dan infrastruktur.

ADVERTISEMENT

Ke depan, kata dia, FIMP akan berusaha melakukan peningkatan baik dalam tender maupun efektifitas dalam pengerjaan proyek berjalan perseroan maupun proyek pekerjaan yang diperkirakan masih bertambah di 2023.

Untuk laba bersih, FIMP memperkirakan pada akhir Desember 2022 tumbuh positif sekitar Rp 1,1 miliar. Menurut Mulky, perkiraan tersebut didasari oleh beberapa proyek yang sudah bisa dibukukan di 2022 dan upaya efisiensi yang dilakukan oleh perseroan. Bahkan, ke depan perseroan juga akan melakukan langkah yang sama dalam menekan biaya atau efisiensi yang dinilai secara nyata mampu menggenjot penerimaan laba bersih perseroan.

Mulky meyakini industri konstruksi infrastruktur di 2023 diyakini akan tetap prospektif dan bersinar, seiring dengan gerak langkah pemerintah yang memfokuskan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus APBN 2023. Adapun pada 2023, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 125,18 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pagu anggara di 2022 sebesar Rp 116,37 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia