Jumat, 15 Mei 2026

Jelang Listing, Jasa Berdikari Logistics (LAJU) Dapat Angin Segar Prospek Bisnis Mitra Utama

Penulis : Kunradus Aliandu
20 Jan 2023 | 11:50 WIB
BAGIKAN
PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Di tengah situasi global yang kian terdesak akibat ketidakpastian, Indonesia masih memiliki peluang dan potensi yang lebih baik ketimbang banyak negara lain di tahun ini. Apalagi IMF memprediksi sepertiga negara dunia terancam masuk jurang krisis tahun ini. Namun, salah satu kekuatan ekonomi Indonesia yang tak dimiliki negara lain adalah konsumsi rumah tangga. Sektor ini menyumbang lebih dari 50% produk domestik bruto (PDB), yang menjadi modal ketahanan ekonomi nasional di tahun kelinci ini.

Maka tak heran jika Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih relatif tinggi, yaitu sebesar 5,4% (yoy), sejalan dengan beberapa indikator konsumsi masyarakat, termasuk rata-rata Indeks Penjualan Riil yang tumbuh 5,5% pada triwulan III-2022.

Sedangkan, dalam survei konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan di akhir 2022. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2022 tercatat sebesar 119,9 atau lebih tinggi dibandingkan 119,1 pada November 2022.

ADVERTISEMENT

Kekuatan konsumsi yang menopang ekonomi mendorong sektor logistik turut terus tumbuh dalam mendorong naiknya konsumsi masyarakat. Hal ini yang dimanfaatkan salah satu pelaku logistik nasional yaitu PT Jasa Berdikari Logistics Tbk untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan rata-rata pertumbuhan yang naik 30% dalam 3 tahun terakhir, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk memastikan mampu terus tumbuh dalam menopang kuatnya pertumbuhan konsumsi, seiring dengan pulihnya aktivitas masyarakat. Sehingga momentum pulihnya konsumsi dipastikan akan menopang bisnis perseroan yang terbukti tahan terhadap situasi pandemi 3 tahun terakhir. Pemerintah pun turut optimis kondisi konsumsi masyarakat akan semakin positif di tahun mendatang.

Emiten berkode LAJU ini dipastikan akan memanfaatkan kuatnya pertumbuhan ritel nasional. Pulihnya bisnis logistik juga telah mendukung LAJU untuk terus berkembang berkat kemitraan yang kuat terhadap banyak perusahaan ritel nasional.

“LAJU sebagai perusahaan layanan logistik terintegrasi pada 2010 ditunjuk sebagai mitra logistik bagi PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Sehingga, LAJU menjadi perusahaan pihak ketiga pertama yang menyediakan jasa logistik bagi peritel skala nasional. MIDI sendiri merupakan salah satu pemain besar ritel nasional, yang memiliki lebih dari 2.000 gerai di seluruh daerah,” kata Direktur Utama PT Jasa Berdikari Logistics Tbk James Budiarto Tjandrakesuma dalam Public Expose LAJU belum lama ini.

Apalagi, kata dia, konsumsi ritel juga diperkirakan semakin meningkat tahun ini akibat keputusan pemerintah yang telah mencabut kebijakan PPKM. Proyeksi tersebut semakin meningkat manakala tingginya ketergantungan masyarakat oleh ritel online marketplace. Maka tak heran jika pada tahun lalu sektor transportasi dan pergudangan mampu tumbuh double-digit yang mencapai 15,79% pada triwulan I-2022, kemudian tumbuh 18.53% pada triwulan II-2022, dan kembali tumbuh 25,81% pada triwulan III-2022 secara tahunan (yoy).

Oleh karena itu, penerapan digitalisasi logistik mutlak diperlukan. Digitalisasi logistik dapat meningkatkan efektivitas layanan, sehingga menurunkan lost sales dan menghemat biaya. “Belum lama ini, kami merambah jasa distribusi untuk industri e-commerce dengan melayani salah satu pemain penting di industri ini, yaitu SIRCLO yang juga membawahi e-commerce Warung Pintar,” ungkap James.

Dengan mengusung sifat layanan utama dedicated & integrated logistic support atau layanan logistik menyeluruh yang diberikan kepada pelanggan (khususnya B2B), maka semua fasilitas penunjangnya (angkutan, pengemudi, jasa pengelolaan pengiriman, jasa pengelolaan pergudangan) didedikasikan secara khusus kepada satu pelanggan saja di satu lokasi. Contoh, ketika perseroan memberikan jasa logistik untuk MIDI di salah satu lokasi, maka perseroan tidak melakukan sharing resources di lokasi tersebut dengan pelanggan lainnya, sehingga tidak ada risiko terjadinya overlapping atau masa tunggu baik kendaraan maupun pengemudi yang dapat membuat tidak optimalnya utilisasi aset dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dengan business model seperti ini maka baik dari pihak pelanggan maupun perseroan mendapat kepastian akan layanan dan SLA (service level agreement) yang baik. Sehubungan dengan model layanan dan pengelolaan pelanggan yang baik, perseroan mampu membukukan pertumbuhan yang sangat pesat dengan naik rata-rata lebih dari 30% pada 2019-2021.

Untuk itu, dalam proses penawaran perdana yang dilakukan LAJU, perseroan membidik target dana penawaran umum perdana saham maksimal Rp 105 miliar. Pada proses pelaksanaan IPO, manajemen LAJU telah menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia dan menarik sejumlah investor besar. Sehingga untuk mendorong pengembangan perusahaan, LAJU telah mengambil peluang dengan menjadi salah satu perusahaan yang melantai di BEI, dengan menawarkan saham sebanyak 700 juta lembar.

Dengan masa penawaran umum saham yang direncanakan mulai berlangsung pada hari ini (20 Januari 2023) dan akan berakhir hari Rabu (25 Januari 2023), maka pencatatan saham dan waran di BEI direncanakan dilakukan pada 27 Januari 2023.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia