Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Flat

Penulis : Indah Handayani
21 Jan 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja membawa tandan buah segar pohon kelapa sawit saat panen di perkebunan kelapa sawit di Kuala Selangor, Selangor, Malaysia pada 26 April 2022. (Foto: REUTERS/ Hasnoor Hussain)
Seorang pekerja membawa tandan buah segar pohon kelapa sawit saat panen di perkebunan kelapa sawit di Kuala Selangor, Selangor, Malaysia pada 26 April 2022. (Foto: REUTERS/ Hasnoor Hussain)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives flat pada perdagangan Jumat (20/1/2023).  

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (20/1/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Februari 2023 turun 2 Ringgit Malaysia menjadi 3.885 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 melemah 1 Ringgit Malaysia menjadi 3.887 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman April 2023 naik 3 Ringgit Malaysia menjadi 3.892 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 meningkat 5 Ringgit Malaysia menjadi 3.890 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman Juni 2023 bertambah 8 Ringgit Malaysia menjadi 3.883 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juli 2023 stagnan di 3.863 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO bergerak datar atau tidak terlalu berfluktuatif. Sentimen utama yang mempengaruhi pastinya adalah karena libur di negara produsen utama yaitu Indonesia dan Malaysia dalam rangka perayaan Imlek.

“Sehingga, ada potensi peralihan permintaan ke pasar minyak nabati,” ungkapnya kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Selain itu, Yoga menyebut, ada beberapa indikator yang dipantau oleh pasar seperti rilisnya data ekspor Malaysia, perkembangan rencana pelarangan ekspor CPO Malaysia ke Uni Eropa, perkembangan situasi di Indonesia terutama terkait program B35 serta kebijakan ekspor, situasi di negara importir utama (India, Tiongkok, dan Uni Eropa), dan situasi di pasar minyak nabati.

“Harga CPO bergerak pada resistance 4.100 – 4.200 Ringgit Malaysia per ton.Dengan support 3.600 – 3.500 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia