Jumat, 15 Mei 2026

General Atlantic Masuk Cimory (CMRY), Target Harga Saham Makin Gurih?

Penulis : Ely Rahmawati
24 Jan 2023 | 13:33 WIB
BAGIKAN
 Cimory Dairyland. (Foto: Ist)
Cimory Dairyland. (Foto: Ist)

JAKARTA, investor.id – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) atau Cimory telah mengumumkan investasi strategis dari General Atlantic untuk memperkuat kinerja perseroan pada 2023. General Atlantic menginvestasikan dana US$ 130 juta atau setara Rp 2 triliun yang akan mendukung strategi pertumbuhan ke depan.

Dalam riset terbaru Mandiri Sekuritas, General Atlantic kini menguasai 5,64% saham Cimory. Saham tersebut dibeli dari Tiffany Adikoesoemo, Axel Sutantio, Wenzel Sutantio, dan Cimory Dairy Shop. Sedangkan pendiri Cimory Bambang Sutantio dan CEO Cimory Farell G Sutantio mempertahankan kepemilikan saham mereka alias tetap utuh.

“Kemitraan dengan General Atlantic akan mendukung strategi pertumbuhan Cimory, termasuk pengembangan produk baru, perluasan jaringan distribusi, dan inisiatif pemasaran digital,” ungkap tim riset Mandiri Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Adapun investasi General Atlantic mengimplikasikan harga saham CMRY sebesar Rp 4.500 atau setara dengan P/E 2023 sebesar 25,9 kali, dengan menggunakan metode penilaian EPS dari Mandiri Sekuritas. Adapun free float saham tetap pada kisaran 15%.

Sepanjang tahun lalu, Cimory mengalami periode pertumbuhan tinggi dan kemungkinan besar melampaui target, bahkan setelah direvisi naik sebanyak dua kali. Selanjutnya, emiten berkode saham CMRY ini bakal memperkuat fondasi bisnisnya pada 2023.

“Ini berarti Cimory memfokuskan kembali pada orang, proses, dan sistem. Meskipun target pertumbuhan penjualan diperkecil tahun ini, mungkin masih dapat mencatat penjualan tahunan (CAGR) periode 2021-2024 sebesar 32%, lebih tinggi dari panduan pertumbuhan saat go public,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas.

Dengan melihat run rate hingga sembilan bulan pada 2022, CMRY berada di jalur yang tepat untuk melampaui pedoman terbaru 2022 dengan penjualan Rp 6 triliun dan laba bersih Rp 1-1,1 triliun.

“Kami memperkirakan penjualan pada 2022 mencapai Rp 6,4 triliun, naik 56% (yoy) dan laba bersih Rp 1,2 triliun atau tumbuh 46% (yoy). Pencapaian ini murni dari pertumbuhan produk dan perluasan konsumen, karena perusahaan menunda peluncuran produk baru hingga 2023,” sebut tim riset Mandiri Sekuritas.

Setelah periode pertumbuhan yang tinggi, CMRY akan fokus pada efisiensi, pelatihan dan pengembangan untuk timnya, serta sepenuhnya meluncurkan sistem SAP (manajeman harian) di seluruh perusahaan, yang semuanya untuk menyempurnakan proses pengambilan keputusan dan mempersiapkan tahap pertumbuhan berikutnya.

“Dengan demikian, penurunan target pertumbuhan 2023 tidak mengubah pandangan jangka panjang kami terhadap perusahaan,” sebut Mandiri Sekuritas.

CMRY kini mempersiapkan peluncuran yang menarik pada 2023. Perseroan telah menunda sebagian besar peluncuran produknya, karena yakin akan melampaui target penjualan tahun 2022.

Beberapa peluncuran utama tahun ini termasuk yogurt stick (semester I-2023), susu oat (semester I-2023), serta ekstensi rasa untuk sosis dan bakso RTE (sepanjang 2023).

Tahun ini, target pertumbuhan penjualan CMRY sebesar 15-20%. Perseroan telah mengasumsikan kontribusi 5% dari peluncuran produk baru. Ada potensi keuntungan, jika peluncuran baru menerima tanggapan yang lebih baik dari perkiraan, seperti yang terjadi pada 2019-2020.

Sebab itu, Mandiri Sekuritas menaikkan target harga saham CMRY menjadi Rp 5.500 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut naik 10% dibandingkan target harga sebelumnya. Adapun laba per saham (EPS) 2022-2023 dipatok sebesar 14%.

Sementara itu, hingga perdagangan sesi I, Selasa (24/1/2023), CMRY bertengger di level Rp 4.630. Dengan demikian, potensi cuan dari saham CMRY sebesar 18,7%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 32 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 36 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia