Jumat, 15 Mei 2026

Erajaya (ERAA) Makin Berambisi, Target Harga Saham Tinggi

Penulis : Ely Rahmawati
24 Jan 2023 | 14:25 WIB
BAGIKAN
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). (Foto: Perseroan)
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) makin berambisi untuk mengembangkan jaringan bisnis smartphone dan non-smartphone dengan membuka 350 toko baru pada 2023. Perseroan ingin mengokohkan posisi kepemimpinan yang kuat di pasar smartphone dan gadget di Tanah Air.

Tim riset RHB Sekuritas menilai, Erajaya memiliki rencana ekspansi yang solid tahun ini. RHB Sekuritas juga menyukai strategi Erajaya untuk merambah ke bisnis lain guna meningkatkan keterikatan pelanggan, margin, dan sinergi intra-segmen, meskipun mungkin membutuhkan waktu untuk membuahkan hasil.

“Kami merekomendasikan beli saham ERAA dengan target harga Rp 510. Saham ini menarik karena diperdagangkan pada P/E 2023 sebesar 6,1 kali atau 1SD di bawah rata-rata P/E 5 tahun, yaitu valuasi terendah di antara peritel serupa,” ungkap tim riset RHB Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Tahun ini, Erajaya berencana membuka toko baru sebanyak 350 gerai, mengingat ambisinya untuk mengembangkan jaringan. Adapun gerai Erafone Cloud Retail Partner, yang berjumlah 46 gerai hingga September 2022, telah menunjukkan kinerja yang baik.

Emiten berkode saham ERAA ini juga diharapkan untuk menambah lebih banyak toko, meskipun mungkin ada kekhawatiran tentang kontrol kualitas. Namun, strategi ini diyakini dapat membantu perusahaan untuk memperluas jaringan dengan cepat, terutama di luar mal dan di kota tier-2 dan 3, dengan belanja modal yang lebih sedikit.

“Kami menyukai strateginya untuk memperbesar toko secara mandiri agar lebih terhubung dengan konsumen,” sebut tim riset RHB Sekuritas.

Meski begitu, ada sejumlah tantangan dalam melaksanakan rencana tersebut dalam waktu dekat. Implementasi identitas peralatan seluler internasional atau pendaftaran IMEI di Indonesia telah meningkatkan lingkungan persaingan di industri ritel seluler.

Tantangan datang dari persaingan yang makin ketat. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli.com telah menjadi penjual resmi produk Apple lainnya, sementara inflasi menekan daya beli konsumen. Mungkin juga ada gangguan pasokan yang berasal dari ketegangan geopolitik.

Penjualan iPhone diperkirakan turun tahun ini karena pasokan yang lebih rendah, menyusul lockdown yang memengaruhi operasi pabrik Apple di Tiongkok. Laporan media menyebutkan, Apple mengurangi produksi iPhone 14 jenis tertentu karena permintaan yang tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, margin ERAA dapat ditekan dalam waktu dekat karena biaya yang lebih tinggi, yang berasal dari pengembangan. Tim riset RHB Sekuritas memperkirakan biaya operasional akan meningkat tahun ini, tetapi posisi ERAA lebih baik dibandingkan peritel lain dalam hal ini.

ERAA memiliki rasio biaya upah terhadap pendapatan terendah di antara peritel lain, karena sebagian besar kompensasi didasari pada komisi yang diperoleh.

RHB Sekuritas merekomendasikan buy saham ERAA dengan target harga Rp 510. Target harga tersebut telah menerapkan diskon ESG 2% untuk nilai intrinsik berdasarkan metodologi ESG.

Sementara itu, hingga perdagangan sesi I, Selasa (24/1/2023), ERAA bertengger di level Rp 418. Dengan demikian, potensi cuan dari saham ERAA masih tinggi sebesar 22%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 32 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 36 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia