Jumat, 15 Mei 2026

Golden Energy Mines (GEMS) Siapkan Capex Konsolidasi US$ 33 Juta

Penulis : Muawwan Daelami
25 Jan 2023 | 11:30 WIB
BAGIKAN
golden energy mines
golden energy mines

JAKARTA, investor.id - PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) secara konsolidasi pada tahun ini sebesar US$ 33 juta. Alokasi ini bertujuan untuk menggenjot produksi. 

Menurut Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines (GEMS) Sudin SH, tahun ini perseroan mengejar target produksi mencapai 40 juta ton yang terdiri dari 65%-67% untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, sedangkan 33%-35% untuk mencukupi pasar domestik.

"Jadi, capex konsolidasi tahun 2023 ini kita siapkan sebesar $33 juta," tutur Sudin kepada Investor Daily,baru-baru ini.

Perseroan, kata dia, akan menggunakan alokasi capex tersebut untuk pemeliharaan jalan angkut (hauling road), kemudian memperluas pelabuhan Bunati di Kalimantan Selatan, dan meningkatkan persediaan (stockpile) batu bara.

Nantinya, sebagian besar batu bara GEMS akan dijual ke Tiongkok dan selebihnya dilepas di pasar domestik. Mengingat, potensi pasar lokal dan Asia Tenggara masih bagus.

ADVERTISEMENT

Tercatat, hingga Oktober 2022, perseroan telah merealisasikan sebanyak 97% produksi batu bara dari beberapa konsesi. Konsesi pertama berasal dari PT Borneo Indobara (BIB) dengan luasan lahan sebesar 24,100 hektare (ha) di Kalimantan Selatan. BIB berhasil menyumbang 25,4 ton hingga September 2022.

Konsesi terbesar kedua selanjutnya yaitu PT Barasentosa Lestari dengan luasan lahan sebesar 23,300 ha di Sumatera Selatan. Sementara tiga konsesi lainnya yakni PT Kuansing Inti Makmur, PT Trisula Kencana Sakti, PT Wahana Rimba Lestari, dan PT Berkat Satria Abadi (EMS GRoup) yang masing-masing memiliki konsesi 24,100 ha, 2,610 ha, dan 4,739 ha.

Berdasarkan laporan keuangan sampai September 2022, GEMS membukukan beban pokok penjualan sebesar US$ 1,132 miliar, membengkak dibandingkan beban pada periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 572,19 juta. 

Sedangkan dari sisi laba bruto, emiten Grup Sinar Mas itu mencetak pertumbuhan sebesar US$ 931,69 juta, ketimbang realisasi pada sembilan bulan tahun 2021sebesar US$ 485,45 juta. Hasilnya, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 472,87 juta, melesat 140,6% dari kuartal III-2021 US$ 196,52 juta.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia