Dibayangi Beragam Sentimen, Harga Minyak Flat
JAKARTA, investor.id - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak datar dibayangi berbagai sentiment, Senin (30/1/2023). Sinyal peningkatan pasokan minyak Rusia yang menjadi katalis negatif bagi harga, diimbangi oleh sentimen positif dari komitmen pemulihan ekonomi Tiongkok, ketegangan situasi di Timur Tengah, dan kebijakan AS untuk membatasi penarikan stok dari cadangan darurat.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, kapasitas penyulingan minyak primer offline Rusia untuk tahun 2023 diperkirakan akan meningkat 29% atau sebesar 5.98 juta ton dari tahun sebelumnya menjadi 26.55 juta ton, ungkap data dari sumber industri. Di sisi lain, pemuatan minyak mentah dari pelabuhan Baltik Rusia pada bulan Januari diperkirakan akan naik sebesar 50% dari bulan Desember, dan selama periode 1 - 10 Februari kembali naik menjadi 1 juta ton dibanding periode yang sama di bulan Januari, kata para pedagang.
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, kabinet Tiongkok pada hari Sabtu mengatakan akan mendorong pemulihan konsumsi dan meningkatkan impor sebagai penggerak utama ekonomi di tengah permintaan ekonomi global yang sedang menurun akibat resesi. Selain itu, Tiongkok juga merilis sejumlah kebijakan stimulus guna mempercepat pemulihan ekonominya.
“Sepanjang liburan Tahun Baru Imlek dalam sepekan terakhir yang akan berakhir pada hari Jumat nanti, konsumsi telah meningkat sebesar 12.2% dari periode yang sama tahun lalu, kata otoritas pajak pada hari Sabtu,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (30/1/2023).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, situasi di Timur Tengah kembali memanas pasca serangan drone di malam hari pada sebuah pabrik militer di Iran, dan dituding dilakukan oleh Israel, kata seorang pejabat AS pada hari Minggu. Serangan yang terjadi di tengah ketegangan Iran dan Barat terkait aktivitas nuklir Iran dan pasokan drone ke Rusia, berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut terhadap situasi di Timur Tengah.
Baca Juga:
Harga Minyak Bakal Lanjutkan PenguatanSentimen positif lainnya datang dari keputusan DPR AS yang pada akhir pekan lalu mengesahkan undang-undang untuk membatasi penarikan minyak dari cadangan minyak strategis. Berita tersebut mengindikasikan bahwa dalam waktu dekat AS tidak akan dapat merilis lebih banyak pasokan ke pasar seperti yang telah dilakukan sebelumnya oleh Biden sewaktu mengatasi lonjakan harga bahan bakar.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 77 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






