Jumat, 15 Mei 2026

Usai Stock Split, Samudera Indonesia (SMDR) Umumkan Rencana Investasi Kakap

Penulis : Muawwan Daelami
1 Feb 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Kapal terbaru Samudera Indonesia (SMDR) bernama Sinar Sanur. (Instagram/samudera.id)
Kapal terbaru Samudera Indonesia (SMDR) bernama Sinar Sanur. (Instagram/samudera.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 150 juta atau setara Rp 2,24 triliun tahun 2023. Sementara itu, emiten pelayaran ini menargetkan pendapatan tahun ini menembus US$ 700 juta.

Direktur Utama Samudera Indonesia Bani M. Mulia menuturkan, sesuai peta jalan perseroan, capex sebesar itu akan digunakan untuk menambah jumlah kapal, seperti kapal peti kemas, kapal curah, dan kapal tanker. Hal ini dilakukan untuk menangkap peluang di industri perkapalan nasional.

"Kami bersyukur, kepercayaan pelanggan ke kami masih kuat, terlihat pada permintaan tambahan kapasitas untuk melayani mereka. Karena itu, kami anggarkan investasi sebesar US$ 150 juta," ungkap Bani kepada Investor Daily, Selasa (31/1/2023


Menurut Bani, sumber pendanaan capex berasal dari pinjaman bank lokal dan internasional serta kas internal. Kombinasi pembiayaan itu sengaja dilakukan, karena perseroan tidak ingin sepenuhnya mengandalkan kas internal untuk menopang investasi, meski saat ini posisi kas sangat solid.

"Selain dari fasilitas perbankan yang memberikan biaya paling rendah, kami menjajaki penerbitan sukuk," imbuh Bani.

Namun, Bani enggan menyebutkan nilai sukuk yang bakal dirilis perseroan, lantaran masih dalam kajian tim internal. Prinsipnya, perseroan ingin memperoleh alternatif pendanaan yang menarik. Keputusan ini juga didasari pertimbangan jika perseroan membutuhkan dana cepat untuk kepentingan akuisisi.

ADVERTISEMENT

"Kami memperoleh banyak kas dari hasil usaha kami tahun lalu yang sangat baik. Sebagian dana itu akan diusulkan menjadi dividen kepada para pemegang saham," tutur dia.

Di sisi lain, Bani meyakini, tujuan perseroan untuk melayani akan membuat pendapatan tahun ini mencapai US$ 700 juta. Memang, target pendapatan itu terbilang konservatif jika dibandingkan target tahun lalu yang sempat dikoreksi menjadi US$ 1 miliar. Ini dipicu menyusutnya tarif biaya angkutan kapal (freight rate).

Saat ini, dia menerangkan, semua kapal perseroan terutilisasi dan terisi kargo. Demikian pula dengan truk dan gudang yang semuanya penuh. Atas dasar itu, perseroan mengkaji penambahan armada, truk trailer, gudang, hingga memperluas lahan.  

Dia menambahkan, kontrak perseroan sejauh ini juga masih aman. Bahkan, kontrak pengangkutan batu bara masih berlanjut, kendati harga emas hitam belakangan ini tertekan.
"Jadi, tidak ada dampak negatif dari kondisi di Eropa," katanya.

Ke depan, Bani memastikan, perseroan akan selalu terbuka untuk mempelajari potensi pasar baru sekaligus diversifikasi usaha. Hingga kini, perseroan memiliki total armada sebanyak 100 kapal, yang terdiri atas kapal milik, kapal charter, kapal pihak ketiga yang dikelola, kapal yang diageni, dan kapal yang ruangnya dibeli  perseroan.  

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 detik yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 12 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 54 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 58 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia