Jumat, 15 Mei 2026

Produksi Nikel Vale (INCO) Meleset dari Target

Penulis : Zsazya Senorita
1 Feb 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Perseroan)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Produksi nikel matte PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencapai 60.090 metrik ton pada 2022, turun 8% dibandingkan tahun sebelumnya dan di bawah target sebanyak 65 ribu ton. Kuartal IV-2022, produksi nikel matte Vale mencapai 16.183 ton, turun 8% dibandingkan kuartal sebelumnya.

CEO Vale Indonesia (INCO) Febriany Eddy menjelaskan, penurunan produksi tersebut disebabkan proyek pembangunan kembali tanur 4 pada semester I-2022. Adapun kinerja produksi tanur 1, 2, dan 3 berada di atas target untuk tahun 2022.

“Tetapi, ada keterlambatan penyelesaian pembangunan kembali tanur 4, sehingga produksi turun” kata Febriany dalam keterangan resmi, Selasa (31/1/2023).

ADVERTISEMENT

Tahun ini, Vale Indonesia menargetkan produksi nikel matte 70 ribu ton atau naik 16,66% dari tahun lalu. “Menyangkut target produksi tahun ini, kurang lebih 70 ribu ton,” ujar Chief Operating Officer Vale Indonesia Abu Ashar, belum lama ini.

Sebelumnya, Vale Indonesia bersama Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd (Huayou) melaksanakan groundbreaking pengembangan proyek Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Minggu (27/11/2022).  Proyek ini digarap PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) dengan total investasi investasi Rp 67,5 triliun untuk pembangunan smelter nikel berteknologi high pressure acid leaching (HPAL) dan pengembangan tambang serta melibatkan 12 ribu pekerja untuk konstruksi.

Proyek Blok Pomalaa telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dengan menggunakan teknologi HPAL Huayou untuk menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) berkapasitas 120 ribu ton per tahun. MHP adalah nikel setengah jadi yang perlu diolah lagi menjadi nikel dan kobalt sulfat, prekursor katoda baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Selain dua mineral itu, perkursor katoda baterai EV terdiri atas lithium dan mangan atau aluminium. Jenis baterainya adalah lithium ion NCM atau NCA. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 52 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 56 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia