Jumat, 15 Mei 2026

Bank Bukopin (BBKP) dan Sinarmas AM Incar 200 Ribu Investor Reksa Dana

Penulis : Yunia Rusmalina
2 Feb 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
PT Bank Bukopin Tbk. (ist)
PT Bank Bukopin Tbk. (ist)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mengumumkan kerja sama startegis atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Sinarmas Asset Management (AM) untuk menarik 100–200 ribu investor reksa dana baru. Mayoritas investor akan berasal dari nasabah prioritas.

Wakil Direktur Utama Bank Bukopin Robby Mondong menjelaskan, kerja sama tersebut akan menargetkan nasabah prioritas dari Bank Bukopin untuk menjadi investor reksa dana yang dikelola Sinarmas Asset Manajemen. Namun, tidak menutup kemungkinan akan mengincar seluruh nasabah lainnya, terutama kaum milenial yan melek investasi saham reksa dana.

“Segmen pasar kami akan mengarah pada nasabah prioritas yang memiliki funding di atas Rp 500 juta. Ke depannya, seluruh nasabah akan menjadi target untuk investor reksa dana, dengan funding di bawah Rp 500 juta,” kata Robby dalam keterangan resmi, Rabu (1/2/2023).

ADVERTISEMENT

Robby menambahkan, pihaknya memilih Sinarmas Asset Management dengan pertimbangan rangking reksa dana Sinarmas yang berada di level empat dalam industri ini, yang bisa membantu off balancing Bank Bukopin. Selain itu, fee based income sangat terbantu dengan adanya kerja sama tersebut.

Dengan kerja sama ini, Bukopin menghadirkan peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi dengan produk-produk reksa dana unggulan di bawah kelolaan Sinarmas AM. Produk-produk tersebut antara lain Danamas Rupiah Plus, Danamas Pasti, Simas Syariah Pendapatan Tetap, Simas Satu Prima, dan Simas Saham Maksima.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen untuk terus bertransformasi dan berinovasi menyediakan jasa keuangan terintegrasi. Kami berharap seluruh produk investasi yang ditawarkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dan Bank Bukopin mengambil peran penting dalam upaya pemulihan ekonomi di Indonesia,” ungkap Robby.

Dalam pengembangan ke depannya, lanjut dia, Bank Bukopin akan melihat peluang nasabah secara specifik bahkan ekslusif. Selain itu, pembelian produknya bukan hanya dari cabang, namun perseroan mengembangkan digitalisasi untuk pembelian reksa dana melalui digital banking Bank Bukopin.

“Kami juga didukung oleh KB Kookmin Bank untuk mengembangkan digitalisasi berbentuk NGBS (next eneration  banking  system). Artinya kami menggantikan ekor banking kita secara sistem digitalisasi yang akan bisa di akses pada akhir 2023,” sebut Robby.

Namun, dengan adanya kenaikan suku bunga juga berpengaruh terhadap funding perseroan, meski investasi reksa dana tetap akan optimistis meningkat. Selain itu pertumbuhan pasar saham Indonesia bertumbuh 4-5 % artinya sangat baik, bila dibandingkan dengan negara lainnya. “Produk reksa dana masih sangat potensial dengan sasaran kita adalah individu,” tandas dia. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia