Bank Bukopin (BBKP) dan Sinarmas AM Incar 200 Ribu Investor Reksa Dana
JAKARTA, investor.id – PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mengumumkan kerja sama startegis atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Sinarmas Asset Management (AM) untuk menarik 100–200 ribu investor reksa dana baru. Mayoritas investor akan berasal dari nasabah prioritas.
Wakil Direktur Utama Bank Bukopin Robby Mondong menjelaskan, kerja sama tersebut akan menargetkan nasabah prioritas dari Bank Bukopin untuk menjadi investor reksa dana yang dikelola Sinarmas Asset Manajemen. Namun, tidak menutup kemungkinan akan mengincar seluruh nasabah lainnya, terutama kaum milenial yan melek investasi saham reksa dana.
“Segmen pasar kami akan mengarah pada nasabah prioritas yang memiliki funding di atas Rp 500 juta. Ke depannya, seluruh nasabah akan menjadi target untuk investor reksa dana, dengan funding di bawah Rp 500 juta,” kata Robby dalam keterangan resmi, Rabu (1/2/2023).
Robby menambahkan, pihaknya memilih Sinarmas Asset Management dengan pertimbangan rangking reksa dana Sinarmas yang berada di level empat dalam industri ini, yang bisa membantu off balancing Bank Bukopin. Selain itu, fee based income sangat terbantu dengan adanya kerja sama tersebut.
Dengan kerja sama ini, Bukopin menghadirkan peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi dengan produk-produk reksa dana unggulan di bawah kelolaan Sinarmas AM. Produk-produk tersebut antara lain Danamas Rupiah Plus, Danamas Pasti, Simas Syariah Pendapatan Tetap, Simas Satu Prima, dan Simas Saham Maksima.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen untuk terus bertransformasi dan berinovasi menyediakan jasa keuangan terintegrasi. Kami berharap seluruh produk investasi yang ditawarkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dan Bank Bukopin mengambil peran penting dalam upaya pemulihan ekonomi di Indonesia,” ungkap Robby.
Dalam pengembangan ke depannya, lanjut dia, Bank Bukopin akan melihat peluang nasabah secara specifik bahkan ekslusif. Selain itu, pembelian produknya bukan hanya dari cabang, namun perseroan mengembangkan digitalisasi untuk pembelian reksa dana melalui digital banking Bank Bukopin.
“Kami juga didukung oleh KB Kookmin Bank untuk mengembangkan digitalisasi berbentuk NGBS (next eneration banking system). Artinya kami menggantikan ekor banking kita secara sistem digitalisasi yang akan bisa di akses pada akhir 2023,” sebut Robby.
Namun, dengan adanya kenaikan suku bunga juga berpengaruh terhadap funding perseroan, meski investasi reksa dana tetap akan optimistis meningkat. Selain itu pertumbuhan pasar saham Indonesia bertumbuh 4-5 % artinya sangat baik, bila dibandingkan dengan negara lainnya. “Produk reksa dana masih sangat potensial dengan sasaran kita adalah individu,” tandas dia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






