Unilever (UNVR) Targetkan Pertumbuhan Bisnis 5-6%
JAKARTA, investor.id - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memproyeksikan kinerja tahun 2023 akan lebih menjanjikan, dengan target pertumbuhan bisnis 5-6%, ditopang pulihnya konsumsi masyarakat. Selain itu, tren harga dan volume (PVT) diyakini lebih seimbang daripada tahun lalu.
Presiden Direktur Unilever Indonesia (UNVR) Ira Noviarti mengklaim, tahun ini pasar akan kembali normal meski dibayangi tingkat inflasi yang masih tergolong tinggi. Hanya saja,
dari sisi PVT akan lebih seimbang. “Kalau 2022 lebih banyak harga-nya dibandingkan volumenya. Tapi, di 2023 lebih balance. Tetap ada harga yang mungkin sedikit di bawah 2022, tapi volume-nya mulai balik. Jadi, ini cukup menjanjikan,” ucap Ira saat ditemui di Hotel Fairmount Jakarta, Rabu (1/2/2023).
Di samping itu, Ira juga mencermati, kondisi perekonomian Indonesia semakin membaik seiring dengan dihapusnya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sehingga mendorong tingkat konsumsi masyarakat. Karena itu, dirinya optimistis dengan outlook di tahun 2023.
Manurut Ira, tidak berlebihan, bila tahun ini Unilever Indonesia menargetkan pertumbuhan kinerja tahun ini sama dengan pertumbuhan pasar di kisaran 5-6%. “Paling nggak, growth kita harus sama dengan pasar. Jadi, kami ingin jangan lebih rendah dibandingkan itu,” tutur Ira.
Sebab, berkaca dari kinerja perseroan di tahun 2022, Ira melihat, penjualan perseroan masih sesuai dengan ekspektasi. Walaupun di saat bersamaan, profitabilitas sedikit terkena dampak akibat tingginya harga komoditas, sementara tidak ingin mematok harga yang tinggi.
Kendati demikian, Ira memastikan, efek terhadap profitabilitas itu bersifat jangka pendek. Karena perseroan tidak menginginkan, terlalu protektif terhadap profitabilitas, sedangkan volumenya hilang. Inilah yang sedang perseroan seimbangkan.
Dalam menghadapi musim Lebaran 2023, Ira menuturkan, trennya akan jauh lebih positif dibandingkan Lebaran tiga tahun terakhir. Sebab, tahun lalu masyarakat masih setengah-setengah akibat diliputi berbagai kekhawatiran, sehingga berpengaruh pada tingkat konsumsi masyarakat yang agak tertahan.
“Kalau sekarang ini, saya percaya akan menjadi Lebaran terbesar setelah tahun 2019. Karena tahun 2020 terjadi pandemi, 2021 masih pandemi, dan tahun 2022 masih agak menantang. Mestinya, di tahun 2023 ini bisa lebih menjanjikan,” ujarnya.
Ke depan, Ira memastikan, perseroan akan terus memperkuat portofolio premium karena diyakini kekuatan Unilever berada di segmen tersebut dan pergerakan di middle upper juga begitu cepat.
“Jadi, kita komitmen untuk memperkuat portofolio kita di middle up. Jadi, pastinya growth yang di middle up portofolio itu harusnya lebih tinggi dibandingkan total company growth. Sehingga inovasi-imovasi yang kita nanti luncurkan atau barang-barang yang kita tarik dari luar ke dalam itu untuk bisa mendukung komitmen tersebut,” tandas Ira.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






