Jumat, 15 Mei 2026

Akhiri Pelemahan Tiga Hari Beruntun, Harga CPO Menguat

Penulis : Indah Handayani
4 Feb 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja membongkar tandan buah kelapa sawit di sebuah pabrik di Tanjung Karang, Malaysia pada 14 Agustus 2020. (Foto: REUTERS/Lim Huey Teng/Files)
Seorang pekerja membongkar tandan buah kelapa sawit di sebuah pabrik di Tanjung Karang, Malaysia pada 14 Agustus 2020. (Foto: REUTERS/Lim Huey Teng/Files)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada perdagangan Jumat (3/2/2023). Mengakhiri pelemahan yang terjadi selama tiga hari perdagangan beruntun. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (3/2/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Februari 2023 naik 73 Ringgit Malaysia menjadi 3.725 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka berjangka pengiriman Maret 2023 meningkat 95 Ringgit Malaysia menjadi 3.833 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka pengiriman April 2023 terkerek 100 Ringgit Malaysia menjadi 3.851 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak  berjangka pengiriman Mei 2023 meningkat 100 Ringgit Malaysia menjadi 3.862 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak berjangka pengiriman Juni 2023 naik 99 Ringgit Malaysia menjadi 3.864 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka pengiriman Juli 2023 menguat 96 Ringgit Malaysia menjadi 3.856 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO dipengaruhi beberapa indikator, antara lain perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait kebijakan ekspor dan program B35, perkembangan situasi di Malaysia terkait rencana penghentian ekspor ke Uni Eropa, situasi di negara importir utama, dan situasi di pasar minyak nabati.

“Harga CPO berada di kisaran harga 3.900-4.000 Ringgit Malaysia per ton, dan support di kisaran harga 3.650-3.550 Ringgit Malaysia per ton,” ungkapnya kepada Investor Daily¸ baru-baru ini.

Untuk pekan depan, Yoga menyebut Pergerakan harga CPO pekan depan akan bergantung pada rilisnya indikator penting di pasar CPO Malaysia. Terkait rencana penghentian ekspor ke Uni Eropa, dan rilisnya data indikator pasar antara lain data ekspor periode awal Februari dan laporan stok CPO dari Dewan Sawit Malaysia.

“Selain itu, fokus juga tertuju pada perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait kebijakan ekspor dan program B35, situasi di negara importir utama, dan situasi di pasar minyak nabati,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia