Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Anjlok Hingga 3% Tertekan Data Ketenagakerjaan AS

Penulis : Indah Handayani
4 Feb 2023 | 06:41 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak anjlok hingga 3% atau turun ke posisi terendah lebih dari tiga minggu dalam sesi yang bergejolak, Jumat waktu setempat (3/2/2023). Tertekan data Ketenagakerjaan AS yang kuat bakal menimbulkan kekhawatiran tentang suku bunga yang lebih tinggi. Ditambah lagi, investor mencari kejelasan lebih lanjut jelang embargo Uni Eropa terhadap produk olahan minyak Rusia

Minyak mentah Brent berjangka turun US$ 2,23 (2,7%) menjadi US$ 79,94 per barel. Setelah naik ke sesi tertinggi US$84,20. Itu mencapai sesi terendah US$ 79,72, terendah sejak 11 Januari.

Minyak mentah Intermediate West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir turun US$ 2,49 (3,3%) pada US$ 73,39. Setelah diperdagangkan antara US$ 78,00 dan US$73,13, terendah sejak 5 Januari.

Brent mencatat penurunan 7,8% minggu ini sementara WTI turun 7,9%.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan pekerjaan AS meningkat tajam pada bulan Januari di tengah pasar tenaga kerja yang terus-menerus Tangguh. Namun, moderasi lebih lanjut dalam kenaikan upah akan memuluskan Federal Reserve dalam perjuangannya melawan inflasi.

"Pasar tidak dapat memutuskan apakah harus gugup tentang resesi atau lebih khawatir tentang Federal Reserve yang agresif dengan suku bunga," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

Bank sentral AS pada hari Rabu menurunkan tingkat kenaikan suku bunga yang lebih ringan daripada tahun lalu, tetapi pembuat kebijakan juga memproyeksikan bahwa ‘peningkatan berkelanjutan’ dalam biaya pinjaman akan diperlukan.

Kenaikan suku bunga pada 2023 kemungkinan akan membebani ekonomi AS dan Eropa, meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi yang kemungkinan besar akan mengurangi permintaan minyak mentah global, kata Priyanka Sachdeva, analis pasar di Phillip Nova.

Negara-negara Uni Eropa sepakat untuk menetapkan batas harga pada produk minyak sulingan Rusia untuk membatasi dana Moskow untuk invasi ke Ukraina, presiden Swedia Uni Eropa mengatakan pada hari Jumat (3/2/2023).

Diplomat UE mengatakan batas harga adalah US$ 100 per barel untuk produk yang diperdagangkan dengan harga premium dibandingkan minyak mentah, terutama solar, dan US$ 45 per barel untuk produk yang diperdagangkan dengan harga diskon, seperti bahan bakar minyak dan nafta.

Kremlin mengatakan embargo UE pada produk minyak sulingan Rusia akan menyebabkan ketidakseimbangan lebih lanjut di pasar energi global.

Sementara itu, analis ANZ mencatat lonjakan lalu lintas yang tajam di 15 kota terbesar Tiongkok setelah liburan Tahun Baru Imlek tetapi mengatakan bahwa pedagang Tiongkok ‘relatif tidak ada’.

Dalam pasokan AS, perusahaan energi minggu ini memangkas jumlah rig minyak dan gas alam paling banyak sejak Juni 2020, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co. Rig minyak AS turun 10 menjadi 599 minggu ini, terendah sejak September, sementara rig gas turun dua menjadi 158.

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS mengatakan pada hari Kamis bahwa sebagai akibat dari serangan ransomware pada ION Trading UK, laporan Komitmen Pedagang mingguan CFTC akan ditunda hingga semua perdagangan dapat dilaporkan. Laporan CFTC memberikan gambaran posisi investor pada berbagai aset, termasuk minyak.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia