Jumat, 15 Mei 2026

Sultan Subang Mau Buyback Saham ZATA

Penulis : Thresa Sandra Desfika
6 Feb 2023 | 15:15 WIB
BAGIKAN
Asep Sulaeman Sabanda atau Haji Asep. (Ist)
Asep Sulaeman Sabanda atau Haji Asep. (Ist)

JAKARTA, investor.id - Sultan Subang Asep Sulaeman Sabanda atau Haji Asep melalui PT Lembur Sadaya Investama (LSI), disebut berkomitmen membeli kembali (buyback) saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang sudah dijual sebelum masa lock-up beres.

“Informasi dari PT LSI rencananya sih akan berkomitmen untuk melakukan buyback saham yang sebelumnya sudah dijual dan berkomitmen penuh untuk lock-up saham sampai dengan masa lock-up selesai,” ungkap Direktur Keuangan ZATA Ronny Soleh dalam paparan publik insidentil ZATA, Senin (6/2/2023).

Dia menambahkan juga, manajemen ZATA telah meminta dari pemegang saham pengendali, yakni LSI untuk melakukan buyback dan memenuhi periode lock-up.

ADVERTISEMENT

“Demikian juga dengan manajemen ZATA telah meminta komitmen dari pemegang saham pengendali untuk melakukan buyback dan untuk lock-up saham sampai dengan masa lock-up selesai,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Haji Asep jadi pengendali ZATA lewat PT Lembur Sadaya Investama. Adapun kepemilikan Lembur Sadaya Investama atas saham ZATA sudah berkurang.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 18 Januari 2023, Lembur Sadaya jadi hanya menggenggam 5.286.000.000 saham ZATA atau 62,22%. Padahal di 17 Januari masih 6.006.000.000 saham atau 70,69%.

Jumlah per 17 Januari itu juga sudah berkurang dari kepemilikan Lembur Sadaya sebelum initial public offering (IPO) sebanyak 6.196.000.000 saham.

Laporan mengenai penjualan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Lembur Sadaya Investama Akbar Fatahillah Sabanda, yang tak lain ialah anak Haji Asep. Akbar juga menjabat komisaris utama di Bersama Zatta Jaya.

Dalam surat tertanggal 20 Januari 2023, Akbar menjelaskan, sebelum transaksi, Lembur Sadaya memiliki 6,196 miliar saham ZATA atau 72,93%. Setelah transaksi berkurang 910 juta saham menjadi 5,286 miliar saham atau 62,22%.

“Tanggal transaksi 12-17 Januari 2023,” ungkap Akbar.

Dia menyebutkan tujuan dari transaksi adalah divestasi dan status kepemilikan saham langsung.

ZATA baru saja menggelar IPO dengan tanggal efektif pada 31 Oktober 2022 dan masa penawaran umumnya di 2-8 November.

Pada perdagangan 6 Februari 2022, saham ZATA tak bergerak tetap di Rp 50. Sampai penutupan pasar, terpantau antrean jual (ask) mencapai 790.574 lot.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia