Gencar Tawarkan Deposito, Unit Syariah Bank Jago (ARTO) Bakal Genjot Pembiayaan
JAKARTA, Investor.id - Unit usaha syariah PT Bank Jago Tbk (ARTO), Jago Syariah, akan menggenjot pembiayaan tahun ini. Singal ini terlihat setelah Jago Syariah berhasil meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) melalui produk deposito yang sudah diluncurkan awal bulan ini.
Jago Syariah merupakan bank digital berbasis syariah yang berhasil tumbuh cepat pada 2022. Meskipun baru berumur satu tahun sejak diluncurkan September 2021, pembiayaan Jago Syariah telah mencapai Rp 2,26 triliun sampai akhir September 2022.
Sebagai komparasi, Bank Aladin Syariah, berumur yang tidak terpaut jauh dari Jago Syariah, baru memiliki outstanding pembiayaan Rp 1,3 triliun pada akhir 2022.
Jago Syariah mengandalkan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun melalui aplikasi Jago Syariah. Total DPK hingga akhir September 2022 mencapai Rp 998,64 miliar, tumbuh 37 kali lipat, dibandingkan September 2021 yang tercatat Rp 26,4 miliar. Sebagian pembiayaan juga mengandalkan modal dari induk, yang tercatat masih memiliki modal besar dengan total sekitar Rp8,2 triliun
Pada awal Februari 2023, Jago Syariah meluncurkan produk baru, yakni deposito syariah, dengan akad Mudharabah Muthlaqah. Produk ini melengkapi produk tabungan yang sudah diluncurkan dengan akad Wadiah atau titipan.
Head of Sharia Business Bank Jago Waasi B Sumintardja mengatakan, hasil survei Jago Syariah mengunkap bahwa sebanyak 67% nasabah Bank Jago Syariah menabung untuk dana darurat, 57% untuk pendidikan anak dan 43% untuk dana pensiun.
“Dari survei ini Jago Syariah menyadari tingginya kebutuhan nasabah akan produk simpanan berjangka dengan imbal hasil yang lebih baik, mudah dijangkau, diakses dan bisa dipantau setiap waktu,” ujarnya.
Berbeda dengan deposito bank konvensional, deposito Jago Syariah bisa dicairkan kapan saja tanpa terkena biaya penalti. Proses pembuatan deposito juga sangat mudah, hanya lewat Aplikasi Jago Syariah dan membutuhkan waktu hanya hitungan menit.
Lebih Ekspansif
Menurut Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah, agresivitas Jago syariah menggenjot DPK adalah signal bahwa bank akan lebih ekspansif dalam meningkatkan pembiaayaan.
“Bisnis utama bank itu adalah menjalankan intermediasi, yakni mempertemukan pemilik dana dengan debitur yang membutuhkan pembiayaan. Jadi, kalau ada bank yang berupaya lebih agresif mengumpulkan DPK, itu salah satu sinyal kuat dari agenda ekspansi mereka di bisnis pembiayaan,” katanya.
Selain itu, inovasi ini juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya yang terus berkembang. Sebagai bank syariah baru, UUS Jago juga melakukan hal serupa. “Deposito Jago Syariah menurut saya terlihat menarik karena menawarkan fleksibilitas. Nasabah bisa buka dan mencairkan deposito hanya melalui aplikasi. Bebas pinalti dan bisa dari minimal Rp1 juta,” kata Piter.
Baca Juga:
Industri Syariah Kalah Jauh dari Keuangan Konvensional, Ternyata Dipengaruhi Sejumlah Fakta IniDia menambahkan Jago Syariah memahami kebutuhan anak muda yang mulai sadar keuangan. Apalagi Jago Syariah memiliki aplikasi digital yang terkoneksi ke ekosistem digital, sehingga melalui deposito yang diluncurkan bisa efektif meningkatkan DPK. “Saya rasa produk deposito Jago Syariah akan cukup berhasil menaikkan DPK mereka,” pungkasnya.
Direktur Ekesekutif Celios Bhima Yudhistira mengatakan bank berbasis aplikasi seperti Jago Syariah bisa mengembangkan DPK melalui diferensiasi produk, termasuk produk deposito konvensional dan syariah. Produk seperti itu menurutnya cukup menarik, apalagi banyak segmen syariah belum tergarap dengan baik. “Kehadiran bank digital, terutama dengan kecepatan penetrasi mungkin bisa memperbesar market share perbankan syariah,” kata Bhima.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


