Jumat, 15 Mei 2026

WIR Asia (WIRG) Sang Pionir, Sahamnya Masih Bisa Ngacir!

Penulis : Ely Rahmawati
9 Feb 2023 | 14:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan usaha PT WIR Asia Tbk (WIRG). (Foto: WIRG)
Ilustrasi kegiatan usaha PT WIR Asia Tbk (WIRG). (Foto: WIRG)

JAKARTA, investor.id – PT WIR Asia Tbk (WIRG) atau WIR Group diproyeksi membukukan pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun pada 2023 dengan margin laba kotor (gross profit margin/GPM) sebesar 12,5%. Proyeksi ini mengingat potensi besar di pasar virtual reality pada masa mendatang.

Analis Samuel Sekuritas Muhammaf Farras Farhan mengungkapkan, era saat ini semuanya dimulai dari digital reality. Tren ini terus mendorong pertumbuhan kinerja WIR Asia ke depan, dari awalnya sebuah perusahaan yang berfokus pada augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan kecerdasan buatan (AI).

“WIR Asia kemudian berekspansi ke layanan iklan berbasis AR (DAV) dan memperkenalkan ‘MindStores’ yakni penyedia toko virtual berbasis AR/VR dan DMID, sebuah layanan konsultasi brand dan metaverse,” tulis Farras Farhan dalam riset terbaru.

ADVERTISEMENT

Melalui merek AR&Co, WIR Asia telah menyediakan solusi berbasis AR & VR untuk sejumlah klien global. Emiten berkode saham WIRG tersebut membebankan biaya layanan, pemeliharaan, dan pembaruan konten berdasarkan kontrak kepada kliennya.

Pada 2021, WIRG mencetak pendapatan sebesar Rp 606 miliar dari AR&Co, dan analis yakin angka tersebut akan terus meningkat dengan makin banyaknya entitas yang mengadopsi AR & VR.

Menurut Farhan, pasar AR & VR Indonesia diperkirakan mencatatkan pertumbuhan tahunan (CAGR) 100% pada 2021-2024, dengan potensi nilai pasar sebesar US$ 300 miliar. Meskipun saat ini penggunaannya masih terbatas di sektor ritel, kalangan analis meyakini masih banyak industri yang akan mendapat manfaat dari penerapan AR & VR, termasuk layanan kesehatan, real estat, konsumen, dan lainnya.

Jika itu terjadi, WIRG sebagai salah satu pionir industri AR & VR di Indonesia berpotensi meraup keuntungan yang besar.

Lebih lanjut, metaverse yang memungkinkan penggunanya menjelajahi dunia virtual, saat ini telah menjadi hal yang sangat populer. Nilai pasar metaverse global diproyeksikan tumbuh menjadi US$ 426,9 miliar pada tahun 2027 (CAGR sekitar 47,2%). Ada dua pendekatan monetisasi berbeda yang saat ini digunakan di metaverse, yaitu penjualan kavling tanah dan komisi transaksi.

WIRG adalah salah satu pionir metaverse Indonesia dengan proyek Nusameta, yang prototipenya telah diluncurkan dan didemonstrasikan pada KTT G20 di Bali, belum lama ini. “Kami percaya bahwa proyek Nusameta, meskipun masih dalam tahap awal, dapat menjadi katalis masa depan WIRG,” sebut Farhan.

Dia memproyeksikan WIRG dapat meraup komisi transaksi sebesar Rp 426 miliar dari Nusameta pada tahun 2023, sementara pengguna bulanannya diproyeksikan mencapai 175 ribu pengguna per bulan pada tahun 2024.

Sumber pendapatan potensial lain dari Nusameta adalah penjualan kavling tanah, meskipun analis belum memasukkannya ke dalam model penilaian karena masih dalam tahap perencanaan awal.

Farhan meyakini WIRG akan mampu mempertahankan margin dan mencatat pertumbuhan yang substansial, yang didorong oleh makin populernya AR & VR serta metaverse. Dia memproyeksikan WIRG dapat membukukan EBITDA sebesar Rp 120 miliar (+85% YoY) dengan laba bersih sebesar Rp 80 miliar, menyiratkan pertumbuhan EPS sebesar 78%.

“Kami menginisiasi coverage WIRG dengan rating beli dan target harga Rp 250. Target harga ini mencerminkan EV/Sales 2023 sebesar 1,21 kali dan P/E 2023 sebesar 37,1 kali,” pungkas dia.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Kamis (9/2/2023), WIRG berada di posisi Rp 188. Dengan demikian, potensi cuan dari saham WIRG masih tebal sebesar 33%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia