Jumat, 15 Mei 2026

Reliance Sekuritas: Pasar Menanti Laporan Keuangan, PTRO Hingga CPIN Berpotensi Naik

Penulis : Indah Handayani
10 Feb 2023 | 08:41 WIB
BAGIKAN
Pengguna telepon seluler melihat pergerakan harga saham. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Pengguna telepon seluler melihat pergerakan harga saham. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Reliance Sekuritas menyebut, pasar menanti laporan keuangan 2-22/ Sehingga IHSG diperkirakan bergerak mixed  pada Jumat (10/2/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.860 – 6.930. PTRO hingga CPIN berpotensi naik.

Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG diperkirakan mixed cenderung melemah mengikuti sentimen bursa regional. “Sementara pasar masih akan menunggu rilis laporan keuangan dari emiten untuk tahun 2022,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Jumat (10/2/2023). 

Secara teknikal, Reliance Sekuritas mengatkan, IHSG terpantul dari area resistance diikuti indikator Stochastic telah berada di area overbought. “Namun, beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu PTRO, AMAR, AGII, BBRI, MPMX, PRDA, CPIN,” tambah Reliance Sekuritas.

ADVERTISEMENT

IHSG diperdagangkan mixed pada perdagangan kemarin namun ditutup melemah ke level 6.897 (0,62%). Pelemahan IHSG didorong sentimen pelemahan dari harga batu bara dan aksi profit taking pada saham teknologi. Rilis data dari penjualan retail Indonesa pada Desember 2022 juga tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 0,7% YoY namun mengalami pelambatan jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,3% YoY.

Beberapa sektor yang mengalami pelemahan diantaranya sektor teknologi (4%), sektor energi (1,37%) dan sektor konsumen non primer (1,04%). Investor asing tercatat membukukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 695,30 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing diantaranya adalah BBRI, BBCA, BMRI.

Sementara itu dari bursa AS, ketiga indeks utama kembali ditutup melemah ditengah rilis dari intial jobless claims per 4 Februari yang mencatatkan kenaikan sebesar 196 ribu hal ini masih mengindikasikan pasar ketenaga kerjaan AS yang masih ketat.

Dari bursa Asia, pada pagi ini sudah diperdagangkan di mixed, saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 menguat (0,55%), sedangkan index Kospi melemah (0,42%). Para pelaku pasar akan menanti rilis dari inflasi Tiongkok untuk bulan Januari 2022 yang di perkirakan oleh konsensus akan mengalami kenaikan menjadi 2,2% YoY.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia