Mirae: IHSG Konsolidasi, Cermati Peluang Untung pada Tiga Saham Ini
JAKARTA, investor.id – Mirae Asset Sekuritas memprediksi IHSG konsolidasi pada perdagangan Jumat (10/2/2023). IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.894 – 6.955, critical level di 6.800. Cermati peluang untung pada tiga saham ini, salah satunya ANTM.
Mirae Asset Sekuritas menjelaskan, indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R masih bergerak turun. Indeks ini masih berada di atas center line pada Bollinger Bands Optimized. Pada periode weekly, secara umum indikator MFI optimized masih bergerak naik. “Sementara indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized mulai bergerak turun dengan sebaran volume terbanyak berada di bawah level saat ini dari sisi demand pada periode daily,” tulis Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya, Jumat (10/2/2023).
IHSG ditutup melemah kemarin, seiring penurunan di bursa regional. Saham-saham teknologi dan energi memimpin penurunan seperti GOTO, EMTK, BUKA, ADRO, BUMI, dan BIPI. Namun, bank-bank besar mampu menopang indeks, dengan investor asing terlihat tetap melakukan akumulasi. Investor asing terus membeli saham Indonesia dengan pembelian bersih sebesar Rp717 miliar, terutama pada BBRI, BBCA, dan BMRI.
Bursa AS berakhir lebih rendah karena investor tetap khawatir tentang arah kebijakan moneter Fed. Data klaim pengangguran awal AS terbaru sedikit lebih tinggi dari perkiraan. Imbal hasil treasury AS sebagian besar menguat. Harga minyak mentah AS turun 1% menjadi US$ 77,7 per barel karena persediaan minyak mentah AS melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2021.
Sementara itu, pelabuhan Turki telah kembali beroperasi setelah dilanda gempa. Harga batu bara untuk pengiriman Eropa turun ke level terendah dalam 13 bulan, tertekan oleh prakiraan cuaca ringan dan melemahnya pasar Asia. Di AS, pembangkit listrik batu bara juga menghadapi persaingan harga gas alam yang murah. Konsumsi batu bara di AS diperkirakan turun 16% pada 2023, menurut data pemerintah.
Mirae Asset Sekuritas menambahkan, UNVR melaporkan laba bersih turun 6,8% YoY menjadi Rp 5,3 triliun di 2022 karena kenaikan biaya. Kinerja ini jauh di bawah ekspektasi konsensus dengan pencapaian hanya 86% atau 87%. Persediaan CPO Indonesia hingga Januari menumpuk di tengah lesunya permintaan ekspor, sementara produsen juga tertekan oleh pungutan ekspor.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan cermati peluang untung pada tiga saham ini, yaitu
ANTM
Harga penutupan: 2.220 (-0,89%)
Rekomendasi: Trading buy
Target harga: 2.360
Trading range: 2.200-2.300
Cut loss level: 2.180
Indikator MFI optimized masih bergerak naik, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized sudah berada di oversold area. Harga saat ini di masih di atas center line pada Bollinger Bands Optimized dengan sebaran volume terbanyak dari sisi demand berada di atas level saat ini.
BUKA
Harga penutupan: 288 (-4%)
Rekomendasi: Buy on weakness
Target harga: 300
Trading range: 282-294
Cut loss level: 278
Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun. Harga di atas center line pada Bollinger Bands Optimized. dengan sebaran volume terbanyak dari sisi sekitar level saat ini.
INCO
Harga penutupan: 7.150 (-0,62%)
Rekomendasi: Trading buy
Target harga: 7.525
Trading range: 7.100-7.300
Cut loss level: 6.800
Indikator MFI optimized masih bergerak naik, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized secara umum sudah berada di oversold area. Harga di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized dengan sebaran volume terbanyak dari sisi supply berada di atas level saat ini.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






