Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Lanjutkan Pelemahan

Penulis : Indah Handayani
11 Feb 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL
Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives lanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (10/2/2023). Dengan demikian, harga CPO melemah dalam dua hari berturut-turut. Mengingat pada perdagangan Kamis (9/2/2023) harga CPO melorot.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (10/2/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Februari 2023 merosot 26 Ringgit Malaysia menjadi 3.806 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka berjangka pengiriman Maret 2023 Melorot 48 Ringgit Malaysia menjadi 3.900 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka pengiriman April 2023 terkoreksi 42 Ringgit Malaysia menjadi 3.931 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka pengiriman Mei 2023 melemah 44 Ringgit Malaysia menjadi 3.932 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak berjangka pengiriman Juni 2023 turun 50 Ringgit Malaysia menjadi 3.919 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka pengiriman Juli 2023 kehilangan 57 Ringgit Malaysia menjadi 3.888 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO terpantau berada dalam tren bearish. Indikatornya adalah Melihat dari isyarat akan tercapainya kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia terkait rencana balasan pada Uni Eropa.

“Ditambah lagi, laporan kinerja industri minyak sawit Malaysia dari MPOB, perkembangan situasi di Indonesia khususnya kebijakan terkait ekspor, situasi di negara importir utama, dan situasi di pasar minyak nabati,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Untuk pekan depan, Yoga menyebut, harga CPO tergantung dari rilisnya indikator pasar pada awal pekan nanti. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia, perkembangan situasi di Indonesia khususnya kebijakan terkait ekspor, situasi di negara importir utama, dan situasi di pasar minyak nabati, khususnya minyak kedelai. 

“Harga minyak kedelai pekan depan berpotensi bergerak dalam tren bearish Hal ini mengingat memasuki masa panen kedelai di negara produsen utama seperti Brasil, Argentina dan AS,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia