Jumat, 15 Mei 2026

Banyak BUMN Sukses Menjadi Perusahaan Terbuka

Penulis : Harso Kurniawan
11 Feb 2023 | 21:16 WIB
BAGIKAN
Sejumlah karyawan melintas di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Sejumlah karyawan melintas di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, Investor.id - Banyak BUMN sukses menjadi perusahaan terbuka, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI/BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA. Mereka mencetak kinerja bagus dan terus bertumbuh.

Hal itu ditegaskan pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu, Sabtu (11/2/2023) di tengah rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina.

Menurut dia, kunci perusahaan masuk lantai bursa memang melalui IPO. Adapun ketika menggelar IPO, hal penting adalah valuasi saham yang ditawarkan. Jika harganya kompetitif, akan menarik bagi calon investor. “IPO BRI, misalnya, yang diperebutkan investor,” lanjut dia.

Tak kalah penting, imbuh Irwan, dana yang diperoleh melalui IPO seharusnya dipergunakan untuk modal dan investasi. Kondisi demikian bisa terjadi, jika perusahaan dalam kondisi sehat, tidak bermasalah. Dengan demikian, dana yang diperoleh digunakan secara optimal untuk meningkatkan belanja modal dan investasi.

ADVERTISEMENT

 “Hal ini berbeda pada perusahaan yang awalnya bermasalah, misalnya, IPO untuk menyelamatkan perusahaan dari tumpukan utang,” jelas Irwan.

Dengan demikian, Iwan menyatakan, jika sejak awal memang sudah sehat, tentu kinerja BUMN atau anak BUMN membaik, ketika menjadi perusahaan terbuka. Hal ini terjadi pada BRI, BNI, Bank Mandiri, Antam, Bukit Asam, dan lain-lain.

“Kinerja emiten-emiten perbankan tersebut sangat baik, terlihat pada laporan keuangan.  Adapun BUMN terbuka sektor tambang juga bagus. Ini bisa jadi karena harga internasional memang sedang bagus,” kata dia.

Menurut Irwan, salah satu faktor yang berperan meningkatkan kinerja emiten adalah prinsip transparansi.  Dengan keterbukaan, perusahaan lebih terkontrol.

“Kalau belum go public, tidak ketahuan, apakah ada penyimpangan atau tidak. Tetapi kalau sudah go public, akan terpantau, sehingga lebih profesional. Ini yang membuat kinerja meningkat dan mudah-mudahan lebih efisien,” kata dia.

Mengenai kepemilikan saham BUMN setelah IPO, Irwan mengatakan tidak banyak berubaha atau beralih ke pihak swasta atau asing. Terlebih, jika jumlah saham yang dilepas relatif kecil, misalnya, berkisar 20-30%. Artinya, kondisi ini tidak mengubah  garis kebijakan perusahaan induk.

“Sebab, mayoritas saham masih dipegang BUMN atau pemerintah. Jadi investor istilahnya hanya kebagian rezeki,” jelas dia.

Bahkan, lanjut Irwan, para karyawan juga bisa memiliki saham emiten tempat mereka bekerja, misalnya, lewat koperasi karyawan dan sebagainya. “Bisa saja mereka mengajukan ke direksi,” kata Irwan.

Adler Haymans Manurung, pengamat pasar modal, mengatakan, banyak BUMN masuk lantai bursa dan pada akhirnya menuai sukses. Keberhasilan menjadi perusahaan terbuka tak lepas dari prinsip keterbukaan.

“Banyak keuntungan dengan IPO. Salah satunya, perusahaan akan menjadi transparan, terutama terkait laporan keuangan. Kondisi ini akan memicu kinerja perusahaan dan pada akhirnya karyawan juga diuntungkan,” kata Adler.

Dengan transparansi, lanjut penulis buku Pasar Modal Indonesia, Menjadi Bursa Kelas Dunia ini, publik bisa mengetahui kinerja keuangan perusahaan, termasuk karyawan. Hal ini berbeda dengan perusahaan tertutup atau belum IPO. Di perusahaan seperti ini, direksi tidak perlu menunjukan laporan kinerja.

“Akibatnya, karyawan tidak bisa melihat kinerja perusahaan. Dengan mengetahui kondisi perusahaan, mereka bisa mempertimbangkan, apakah sudah saatnya meminta kenaikan gaji. Selain itu, karyawan bahkan bisa membeli saham perusahaan,” tutup dia.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia