Jumat, 15 Mei 2026

Ternyata, Sentimen Ini Bikin IHSG Menguat di Awal Pekan

Penulis : Indah Handayani
13 Feb 2023 | 12:30 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan harga saham melalui layar monitor. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Investor memantau pergerakan harga saham melalui layar monitor. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – IHSG anteng di zona hijau dan kembali ke area 6.900 pada perdagangan sesi I, Senin (13/2/2023). IHSG ditutup menguat 23,54 poin (0,34%) ke level 6.903,86. Ternyata sentimen ini yang bikin IHSG menguat di awal pekan, apakah itu?

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, sentimen yang bikin IHSG menguat di awal pekan berasal dari dalam negeri. Pasar menanti arah kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan ini sehubungan dengan suku bunga acuan. Terakhir, BI 7- Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di 5,75%.

“Tentunya arah kebijakan BI menjadi perhatian pasar,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (13/2/2023).

ADVERTISEMENT

Pilarmas menambahkan, BI memiliki ruang menaikkan suku bunga acuan. Namun, kondisi ekonomi dalam negeri menunjukkan angka-angka positif. Mulai dari cadangan devisa meningkat, inflasi bulan Januari secara tahunan di level 5,28% yang lebih rendah dari bulan sebelumnya 5,51%, dan inflasi inti sebesar 3,27% yang lebih rendah dari 3,36%. “Tentu ini membuka peluang BI akan mempertahankan suku bunga acuan,” jelas Pilarmas.

Adapun mayoritas bursa regional Asia melemah seiring sikap pelaku pasar tentang prospek pengetatan kebijakan lebih lanjut dari Federal Reserve menjelang data inflasi AS pekan ini. Selanjutnya, inflasi Tiongkok bulan Januari 2023 mengalami kenaikan dari sebelumnya 1,8% menjadi 2,1%.

“Meskipun inflasi mengalami kenaikan, tapi hal ini tetap berada di bawah ekspektasi yaitu 2,2%. Dimana kebijakan yang dilakukan bank sentral yaitu pelonggaran kebijakan moneter Tiongkok tentu diharapkan dapat segera mendorong pemulihan ekonomi Tiongkok melalui data inflasi,” jelas Pilarmas.

Namun, kenaikan tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi bank sentral Tiongkok. Hal ini yang membuat pemulihan ekonomi kian sulit, oleh sebab itu inflasi Tiongkok diperkirakan berada di kisaran 2%-2,5% pada tahun ini.

“ASII. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 5.575-5.900. Sedangkan PER 20,51 kali dan PBV 1,1 kali,” tutup Pilarmas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia