Kementerian BUMN Beberkan Progres IPO Pertamina Geothermal
JAKARTA, investor.id – Kementerian BUMN memfinalisasi perjanjian underwriting terkait penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham anak usaha PT Pertamina (Persero), yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) hari ini.
Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury mengatakan, hingga saat ini, proses IPO Pertamina Geothermal masih terus berlangsung dan sesuai rencana pendaftaran untuk finalisasi perjanjian underwriting dieksekusi hari ini.
“Kami harapkan akhir Februari nanti, proses IPO untuk PGE bisa kami selesaikan,” kata Pahala dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senin (13/2/2023).
Sesuai arahan Menteri BUMN dan Presiden Joko Widodo, Pahala menuturkan bahwa IPO PGE tersebut bertujuan untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), sekaligus untuk menambah kapasitas EBT di sektor listrik secara signifikan.
Hal senada juga disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Menurut Arya, IPO PGE ini bertujuan untuk mendukung ekspansi perseroan sekaligus untuk menekan ketergantungan Pertamina terhadap impor minyak.
Dengan demikian, aksi korporasi ini diperlukan. Melalui IPO ini juga diharapkan akan dapat meningkatkan kepemilikan aset perseroan seiring dengan ekspansi. “Jadi, IPO akan menambah aset PGE, bukan mengurangi aset,” ujar Arya.
Dalam IPO ini, PGE membidik dana fantastis sebesar Rp 9,7 triliun. Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yuniarto menjelaskan, dana hasil IPO tersebut akan digunakan perseroan untuk mengembangkan kapasitas produksi terpasang panas bumi hingga 1,272 megawatt (MW) pada 2027 dari kapasitas terpasang saat ini sebesar 672 MW.
Di samping menambah kapasitas terpasang, perseroan juga akan memanfaatkan dana hasil IPO untuk mendiversifikasi beberapa produk lain salah satunya green hydrogen yang diprediksi menelan waktu dua sampai tiga tahun ke depan.
“Kami akan menambah bauran dari sumber energi renewable supaya tidak hanya fokus ke listrik, tapi juga produk lain yang dihasilkan dari kegiatan EBT,” tutup Yuniarto.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






