Jumat, 15 Mei 2026

Di Bawah Ekspektasi, Analis Berlomba-lomba Revisi Turun Target Keuangan dan Saham Unilever (UNVR)

Penulis : Parluhutan Situmorang
14 Feb 2023 | 08:39 WIB
BAGIKAN
Kantor pusat Unilever di Rotterdam, Belanda pada 21 Agustus 2018. (FOTO: REUTERS/Piroschka van de Wouw/File Photo)
Kantor pusat Unilever di Rotterdam, Belanda pada 21 Agustus 2018. (FOTO: REUTERS/Piroschka van de Wouw/File Photo)

JAKARTA, Investor.id -  Sejumlah analis berlomba-lomba merevisi turun target harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), menyusul kinerja keuangan tahun 2022 di bawah ekspektasi.

Laporan keuangan Unilever menyebutkan bahwa laba bersih turun 6,8% dari Rp 5,75 triliun menjadi Rp 5,46 triliun. Sedangkan pendapatan hanya naik tipis 4,2% menjadi Rp 41,21 triliun, dibandingkan dengan kenaikan harga bahan baku, beban iklan, dan riset pasar. Hal ini berimbas terhadan tertekannya margin keuntungan.

RHB Sekuritas Indonesia memilih memangkas turun target harga saham UNVR dari Rp 5.200 menjadi Rp 4.700. RHB Sekuritas juga memangkas turun target kinerja keuangan perseroan tahun 2023-2025 berkisar 8-9%.

ADVERTISEMENT

Begitu juga dengan Samuel Sekuritas Indonesia memangkas turun target saham UNVR dari Rp 5.200 menjadi Rp 4.450. Begitu juga dengan perkiran kinerja keuangan tahun 2023 direvisi turun setelah rilis data pencapaian tahun 2022.

Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa kinerja keuangan UNVR tahun 2022 yang berada di bawah ekspektasi memperkuat keyakinan tantangan perseroan bakal terus berlanjut. Rasio opex/sales juga diperkirakan akan berada di level yang tinggi, terutama pada beban A&P untuk memperkuat brand.

Begitu juga Mandiri Sekuritas merevisi turun target harga saham UNVR menjadi Rp 4.400 dengan target netral. Hal ini mencerminkan pencapaian kinerja keuangan Unilever yang jauh di bawah target sepanjang 2022. Dengan kinerja keuangan tersebut, Mandiri Sekuritas bertanya apakah Unilever telah melewati hal terburuk?

Keputusan memangkas target kinerja keuangan dan harga saham UNVR juga datang dari Maybnk Sekuritas Indonesia. Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa perolehan laba bersih perseroan tahun lalu hanya merefleksikan 89% dari target dan 87% dari konsensus analis.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia